Pugar Restu's posts with tag: zatpp
Saksikan video clip MENU dari Zeke and the Popo, Sabtu 24 Mei 2008, di acara O-DEMO O Channel pukul 22.00 WIB.
JANGAN SAMPAI KELEWATAN!
kelakuan lo juga yah Ga! hahahaha
Link: http://21cineplex.com/soundtrack.cfm?id=6OST Kala: Musik Serius dari Film Serius
Pernahkah sebuah tembang menjadi mood awal dari pembuatan sebuah film? Yang satu ini agaknya demikian. Ada sedikit cerita muncul saat sineas Joko Anwar akan membesut film Kala.
Bermula ketika Zeke Khaseli (ZATPP) dan Aghi Narottama (Ape on The Roof) secara khusus diminta Joko untuk menggarap sebuah lagu yang sesuai dengan mood film noir itu. Lewat pedoman skrip film, alhasil, jadilah tembang No Moon dari tangan Zeke. Tembang satu ini dibawakan dengan apik oleh aktris Fahrani dalam versi filmnya. Tembang ini pula yang disebut-sebut menjadi candu buat Joko untuk merampungkan Kala lantaran disetel sepanjang syuting.
Dalam versi cakram original sound track, tembang ini dibawakan pula oleh biduan lainnya. Ada Tika dalam versi mendayu-dayu, kemudian juga Zeke sendiri. Di luar kedua nama itu, hadir sejumlah repertoar yang dibawakan band-band macam ZATPP, Sore, Lain, Dead Artists, serta Muzeke. Tentu saja sejumlah komposisi scoring buatan Zeke bareng Aghi juga dihadirkan di sana. Total jenderal ada 35 nomor tersedia.
Untuk pengerjaan tata grafisnya, album ini digarap tak kalah serius. Komikus Beng Rahadian menjadi eksekutornya. Konon, Beng juga didapuk untuk mengadaptasi cerita film ini dalam versi komik. Namun, sampai sekarang belum jelas kabarnya.
Film? Serius. Musik? Serius. Komik? Wah siapa yang mau membiayai? (bat)
Play List:
1. Tut 2. Hope Killer - ZATPP 3. Tangkap 4. Devil’s Son (English version) - Dead Artists 5. Cerita 6. No Moon - Muzeke feat. Tika 7. Sembunyi 8. The Unthinkable - LAIN 9. Curiga 10. Subtext - ZATPP 11. Tewas 12. A Human Heart can Repair Itself - LAIN 13. Bangun 14. Murder He Wrote - Muzeke 15. Bukit 16. Ada Musik di Dalam - SORE 17. Perempuan 18. No Moon - Muzeke feat. Fahrani 19. Ogo-ogo 20. Devil’s Son ( Indonesian version ) - Dead Artists 21. No Moon - Muzeke 22. The Cool Customer 23. Voices as A Warning 24. The Appearance of Premonition 25. Sharing a Vicious Information 26. Janus Find Himself in a Tight Spot 27. Watching the News in the Middle of Chaos 28. Research on Fairy Tales 29. The Trail Led to Ranti 30. Abduction of the Narcoleptic Reporter 31. The Graveyard 32. Sex, Lies and A Human Heart 33. The Existensial Scream
| Start: | Feb 14, '08 7:00p | | End: | Feb 25, '08 10:00p | | Location: | Rumah Rupa, JL Kemang Selatan VIII/55e |
"Expiration Date" 14 Feb - 25 Feb 2008 @ Rumah Rupa, JL Kemang Selatan VIII/55e Featuring: Unggul, Keke Tumbuan, the Popo, Bujang Urban, Zeke. Available on the spot from BlackMorse Records: CD OST KALA(Rp.45.000,00), CD ZATPP Space in the Headlines(Rp.45.000,00), CD singles ZATPP Profesor Komodo(Rp.26.000,00), CD LAIN Djakarta Goodbye(Rp.80.000,00). www.blackmorserecords.com
Kami dari pihak ZATPP dengan sangat menyesal harus menunda Konser II "Space In the Headlines", karena sesuatu dan lain hal, yang direncanakan akan diadakan pada tanggal 16 Februari 2008 bertempat di Galeri Kita, Jln. Riau, Bandung. Oleh karenanya kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada kawan-kawan yang telah membantu dan teman-teman Popo yang telah menantikan konser ini, secara keseluruhan dimanapun kalian berada, terutama di daerah Bandung dan sekitarnya.
Insyaallah segala sesuatunya dapat berjalan lancar di kemudian hari, sehingga acara ini dapat berlangsung dalam waktu dekat, karena kamipun sangat menantikan untuk tampil di hadapan teman-teman semua di kota bandung. Baik kami ingatkan sekali lagi, bahwa acara ini diundur, bukan dibatalkan. Perlunya kami ingatkan, agar tidak muncul persepsi-persepsi berbeda diantara teman-teman semuanya.
Sekali lagi kami memohon maaf sebesar-besarnya atas pengunduran konser ini. Nantikan terus perkembangan selanjutnya. Terima kasih.
ZATPP
| Start: | Feb 16, '08 7:00p | | End: | Feb 16, '08 10:00p | | Location: | GALERI Kita Jl. Riau #209 (RE. Martadinata) Bandung |
The Launcing Of ZEKE AND THE POPO space in the headlines Present : Blackmorse ,ff/wd ,Galery Kita ,Celtic Rawpparel With Special performance by ; PERFECT ANGEL HOLY CITY ROLLERS featuring;Marine(poptastic),Nathalie(Earshot),Apep(electrokillerscorps) GALERY KITA Sabtu 16 February 2008 Star 18.00 - till end Jl.R.E.Marthadinata (jl.Riau) #209 Bandung Get limited Invitation At:FF/WD , MONIKHOUSE pengambilan invitation udah bisa hari ini !!! Please NO DRUGS, NO ALCOHOL...!!!!! please make sure you going back home save and happy after watch this gigs, remember your family wait you in home
 menangkan 5 tiket nonton konser INCUBUS bareng ZATPP di Jakarta! caranya: aktifkan dan gift sebanyak2xnya ke temanmu NSP 1212 lagu MENU* dari ZATPP ketik: RING(spasi)ON(spasi)2010377 atau RING(spasi)GIFT(spasi)2010377(spasi)no tujuan
*download NSP pribadi Rp.9000,00/30 hari khusus pelanggan Telkomsel Jabodetabek periode 1 - 29 Feb 2008
www.zatpp.com www.myspace.com/zatpp www.blackmorserecords.com
Link| Category: | Music | | Genre: | Other | | Artist: | Zeke and The Popo |
Sabtu malam lalu (January 19, 2008) saya berkesempatan menyaksikan performance dari sebuah band yang bernama Zeke and The Popo, atau biasa di singkat ZATPP di Goethe Haus, Menteng, Jakarta.
Perjalanan panjang musik ZATPP selama ini membawa hasil akhir yang baik dan mendapatkan tempat di hati para pecinta musik anak negeri. Terbukti dari banyaknya teman2 yang tidak kebagian dari 300 tempat duduk yang tersedia dan rela berdiri di pinggir2 jalan anak tangga di sisi kiri dan kanan untuk menyaksikan ZATPP malam itu.
Dari kacamata saya, settingan panggung di tata apik dengan tata lampu minim, menggunakan benda2 yang klasik di era 40-an, seperti lampu meja dengan tutup bunga, sampai ke ‘wooden television’ era bahela. Visual yang di tampilkan juga sedikit banyak mendukung keseluruhan ‘wajah’ panggung menjadi glommy.
Aksi teatrikal manusia tank face yang diperankan dengan brilliant oleh sang maestro Agus Jolly menambah nilai tersendiri bagi saya. Walaupun wajahnya tidak tampak karena tertutup oleh topeng berbentuk tank, tapi gerakan tubuh manusia tank face seakan mampu mengejawantahkan lagu2 yang di bawakan oleh Khaseli, Iman, Leo dan Yudi selama kurang lebih 1 ½ jam itu.
Sebenarnya pertunjukan malam itu akan lebih sempurna lagi jika kematangan konsep di barengi dengan kesiapan di hari H-nya secara teknis. Beberapa hal yang saya catat malam itu di antaranya adalah jadwal pertunjukan yang mundur dari waktu yang telah di tentukan, tidak di cek-nya tanda masuk (pin atau cd zatpp) di pintu masuk, sound problems sepanjang pertunjukan yang cukup mengganggu yang menyebabkan Sempat terlihatnya perubahan raut wajah zeke dan leo ketika mic yang mereka pergunakan mati. Padahal bunyi2 perkusi dan jembe mini oleh Leo bisa menggambarkan lebih rinci kekayaan bunyi2an yang mereka ciptakan pada sebuah lagu.
Selain dari kekurangan2 teknis di atas, yang masih termaafkan dan saya yakin akan bisa teratasi di kedepan hari, maka malam itu bisa di bilang sebuah konser semi- mini yang indah.
Kalau boleh jujur, sebenarnya saya tidak terlalu hafal lagu2 mereka. Hanya satu dua lagu saja yang cukup teringat di memory, seperti menu, Prof. Komodo, dan Mighty Love. Saya sempat menanyakan kepada beberapa teman perihal jenis atau genre musik ZATPP, tapi merekapun sesama musisi agak bingung menjawabnya...hehehehe, Jadi interpretasi saya sajalah sendiri kalau musik mereka menyebabkan celongan di hati dan mengiris nadi…:p
Yang perlu di garis bawahi selain itu adalah kecerdasan dalam menciptakan perpaduan nada dari berbagai elemen bunyi yang berasal dari beragam alat musik. Dan jika menilik dari skill para personilnya, jelas bukan skill karbitan. ‘cos they really can play those instruments.
Menguatkan pesan bahwa masih ada musik berkualitas di negeri ini, yang tidak hanya menjual wajah2 tampan, lirik2 cinta standard atau juga besar karena empati terhadap apa yang kehidupan pribadi personil band-nya.
For their effort and their performance that night, i give them 4 stars..*wink2
(there u go uga!, my kacrut review ;p)
| Start: | Feb 16, '08 6:00p | | End: | Feb 23, '08 9:00p | | Location: | Galeri Kita Jl. Riau (RE. Martadinata) Bandung |
Zeke N The Popo will perform to introduce you their 1st album "Space in the Headlines"in Bandung with special performance by : Holly City Rollers Perfect angel Bleary Eyes presented by : CELTIC Rawpparell, Black Morse Records and FFWD rcrds
Linkzeke and the popo merupakan band yang terdiri dari pemuda-pemuda yang bertalenta musik tinggi yang tak diragukan lagi keabsahannya lalu, mengapa eh mengapa saya hanya memberikan satu bintang untuk launching mereka ini? tanda tanya pastilah terpatri di lubuk hati? karena eh karena saya datang telat ketika itu dan acara sudah dihabiskan jadi tak satupun aksi-aksi mutakhir mereka saya saksikan apalagi rekam diingatan... uoo...
Link: http://www.kabarmagazine.com/
Imagine walking through a series of labyrinths with no end in sight. A cycle of life where everything is not what it seems. Hanging on to the hope of finally being able to see a land filled with sunshine and smiles, the happy place at the end of the rainbow. But sometimes it’s not the end that matters, more importantly, it’s the journey of reaching it.
Perhaps that is the message that Zeke and The Popo was trying to convey at their “Space in The Headlines” concert last Saturday night at Goethe Haus. Walking into the auditorium, you were left to wonder why exactly there was a sofa and an old television set on the stage. But, you didn’t have to muse for very long, for as soon as the house lights went down, the intention was clear.
A man in a suit with a machine head came onto the stage. He is appropriately named ‘Tank-Face’ and looks very much like the one depicted on the cover of their album. His presence, as well as the visual art on the projector screen above, signaled the beginning of what would become a feast for the eyes, ears and minds of everyone who was there that night. They provide a theatrical concept of music, an experience in itself.
After First Act Gun as their first song, Zeke and The Popo quickly launched into the haunting yet beautiful, Unrescued World. It was then followed by renditions of C Song Subtext, 1.1 Trillion Woodcutters, and I Novel, four songs that were performed brilliantly. The band played with each note, each sound perfectly combined with the act of Tank Face showing frustration at all of his imperfections.
Profesor Komodo particularly entertained the crowd and is the first single coming out from their album, Space in The Headlines. It was a performance filled with a plethora of musical colours. (This) Mighty Love showcased a lighter side of the band. Where all of a sudden a pink-coloured ‘Pigmallion’ suddenly danced around the auditorium during the performance. A cheerful but cheeky, tongue-in-cheek side of a band made up of veterans from the indie world.
Through-out the performance, the audience could gradually see the high level of musicality from each member of the group, Zeke with his haunting vocals and piano playing, Leo with his guitar and beatnik bongos, Yudi keeping time with his steady bass and the guitar distortion expertise of Iman Fattah.
Hearing the music of Zeke and The Popo is an experience. Seeing them live, though? It’s an adventure. So remember the name, buy the album and see the rise of Zeke and The Popo onto a deservingly bigger platform!
LinkDia memasukki kamar temaramnya. Ada yang ingin ia tulis. Mungkin seperti surat atau cerpen. Ah tidak, dia ingin menuliskan sebuah novel. Novel yang bercerita tentang perjalanan peperangan yang selama ini ia jalani. Sudah lama dia bermain-main bersama debu dan mesiu, dan dari wajahnyalah banyak darah dan daging terbakar hingga aromanya mirip seperti sate setengah matang tanpa bumbu kacang. Aroma darah adalah aroma pertama yang ia kenal, bukan aroma ibunya. Memang, karena ia tidak punya ibu. Tankface lahir dari para tukang-tukang mesiu dan ahli senjata berat, bukan oleh adonan suci sel telur dan sperma di malam pertama sepasang pengantin yang sedang jatuh cinta.
Sedari kecil, hidupnya sudah digarisi oleh takdir yang disusun penciptanya. Tankface harus membunuh, bertugas membunuh, menggilas siapapun yang ingin melawannya. Tubuh bajanya tidak akan dapat terlukai, bahkan oleh peluru tercepat. Hingga remaja, dia tidak boleh mengeluh meski tubuhnya memanas saat menyelam dalam teriknya Sahara, atau beku tertusuk dinginnya Kutub Utara. Dan di matanya sudah terlalu biasa dia menyaksikan anak-anak yang kehilangan ibunya, atau pemuda-pemuda yang termutilasi oleh jahanamnya kuasa yang ingin saling memakan. Tankface tidak kenal lelah, dan tidak boleh lelah.
Sampai tiba saatnya, Tankface merasa sudah dewasa dan sadar akan hak-haknya sebagai... manusia tank. Tankface ingin pensiun. Tinggal di sebuah rumah mungil. Hidup dari menjadi saksi akan kejamnya perang, lalu memanjakan anak dan istrinya. Maka Tankface pun berjuang di pengadilan, untuk meraih kebebasannya. Tak perlu lagi dia bertuan pada siapapun, bahkan penciptanya yang arogan.
Bermodalkan cerita sedih dan belas kasihan yang ia pelajari dari sinetron-sinetron di Asia Tenggara, Tankface memenangkan tuntutannya. Kini di sebuah lembah hijau yang asri, Tankface hidup seorang diri. Diam-diam dia mencintai seorang gadis berambut pirang dikepang, anak pak tani desa sebelah.
Tapi apa daya. Manusia mana yang sudi berkelana dalam cinta bersama manusia berwajah tank. Gadis petani berambut pirang dikepang itu menginginkan pria biasa yang tampan, dan lebih baik berprofesi akuntan.
Tankface pun selesai pada lamunannya. Lupakan gadis pirang itu, katanya dalam hati. Menulislah tentang darah dan debu yang memang selama ini kau saksikan. Pena di tangan kiri, kertas di tangan kanan. Satu dua kata dia tulis. Terkadang, emosi tak tertahan. Namun tulisannya sudah beku, karena dia bersembunyi di balik kebohongan. Kebohongan bahwa Tankface ingin menangis meratapi kesedihannya. Tapi apa daya, Tankface tidak berairmata, hanya mesiu yang ia punya.
Kata-katanya redam dalam kebuntuan. Amarah dan kekesalan mulai menggelapkan matanya. Lalu ia merobek kertas, mematahkan pena, memecahkan piring, membanting meja. Amarah-amarah sampai tiba saatnya ia merintih. Tankface kesakitan, sakit atas rasa yang ia sendiri tidak kenal. Perih... perih.., pikirnya. Perih ini menusuk hati, sakitnya tidak dapat diobati. Tankface sekarat, dia hampir mati.
Sebelum ajal menjemput, perempuan perambut pirang berkepang itu muncul kembali dalam angannya. Terlihat wajah sang perempuan dalam bingkau kayu yang sudah lapuk. Melihatnya, hasrat yang tidak dapat dijelaskan datang. Tankface ingin memeluknya, mendekapnya, merasakannya. Menyentuh setiap jengkal dan pekuk tubuhnya. Mencium aroma parfumnya. Membelai rambutnya.
Tankface tahu itu mustahil. Maka berjalanlah tangannya ke arah selangkangan. Menyentuh dan mengelus mencipta rasa gelora yang sulit diutarakan. Kamar mandi dan tangan kanan. Bubuk mesiu larut di selokan. Cinta yang dasyat memang biasanya sulit dilupakan.
Tankface kembali duduk diterangi lampu. Dengan pena di tangan kanan dan kertas di tangan kiri. Hampir ia dibunuh oleh jenuh. Tertekan oleh bosan. Kesendirian, itulah penyakit yang harus ia telan.
Dan disanalah Tankface, saksi peperangan, debu dan darah. Menulis kesaksiannya dengan jeli dan rinci pada sebuah buku hingga akhir hayatnya.
Dan ribuan tahun berikutnya, buku itu sudah menjadi kitab suci yang berbahaya. Kesaksian atas bagaimana manusia saling menghancur dan membunuh. kesaksian bahwa pernah pada suatu hari tempat kita tinggal adalah tempat terdekat dengan neraka, dimana semua serba merah dan berbau darah.
Lalu seekor babi menjadi pengikutnya, nabi terbaiknya, menciptakan sebuah ritual dimana manusia-manusia rendahan bisa memuja Tankface, Tuhannya, lewat karya-karya ajaib sebuah pertunjukkan keindahan. Sekedar peringatan akan dunia yang pernah hilang, di sebuah panggung temaram penuh kesucian.
Babi berdiri, semua umat berdiri. Maka ini saatnya berucap "Briliaaaan!!!" sebagai pengganti kata "amin" yang sudah lama ketinggalan zaman.
Thanks untuk Zeke and the Popo yang mengkaryakan sebuah konser musik teaterikal yang begitu indahnya. Maaf gue lebih banyak memperhatikan si Tankface ketimbang kalian semua... hehehe.... You guys rock!
Link: http://scvizer.blogspot.com/2008/01/geratisan.htmlGERATISAN!! en ZATPP
gila maren bukannya nyari artis malah dapet hoki gede-gedean...gw ke eX karna uda janjian dsono nyari artisnya..nyari artis dari jam 10 ampe jam 12...en anak-anak pada laper..tapi apa yang gw dapet??
makan di pizza hut geratis!! soalnya temen gw ultah kmaren-kmaren en dia blom teraktir kita-kita..mangkenye dah dia teraktir..
en karna di eX ga dapet artis sama sekali, gw ma temen-temen gw ke Grand Indonesia nyari artis..trus langsung ke Blitzmegaplex en disono ketemu White Shoes And The Couples Company ama Nicholas Sapurata!!eh saputra..
tadinya mo nyoba masuk ke dlm tempat yang kayaknya ditutup itu soalnya ada acara nonton bareng heroes, tapi kata mbak-mbak yang disana itu cuman buat invitation aja...
eh...bukannya pada mau wawancara malah pada diem semua..duduk aja..terus kita liat nicholas saputra pergi dari tempat yang kayaknya ditutup itu soalnya ada acara nonton bareng heroes..dia pergi ke arah..TOILET???wedew..terus karna gw juga aga kebelet..ngikut dah..pas gw masuk, kok dia gada ya??trus gw liat ada 1 pintu di toilet yang ketutup, en gw liat sepatunya sama kayak yg dia pakai...buset..
karna gw males juga nunggu nya mangekenye dah gw kluar..dia masuk ampe berkali2..pas uda yang ke brp kalinya gw tanya tuh org, boleh wawancara ato gak, tapi katanya dia lagi sakit, en tentu orang-orang uda pada tau sakit paan..WSATCC??waduh uda pada ngilang smua tuh...
karna gw bosen, gw bikin rencana nonton...yang mau cuman nurul ma bieka..anto, bery, apta, rona gamau..yauda daritadi mikir mo nonton paan...karna ga tau mo nonton paan nurul ma bieka beli minum dulu...nurul cola bieka lemon tea..abis mesen, tiba2 tuh 4 anak dateng, gw heran..
"eeh berita bagus, mo nonton gratis ga?"
hieh?
"itu tadi mbak-mbaknya nawarin ke kita, dikira tadi mo ngusir soalnya dikira ngincer nico nya.."
wueh!!
nonton dah...mesti ngisi biodata..eh dapet tas ma note heroes geratis!!dapet popcorn ma cola geratis lagi!!nah lho minumannya si nurul en bieka??nonton heroes cuman season 2 eps 1 doang seh..tapi itu juga uda cukup!!
abis itu kita ke sarinah karna kemungkinan ada artis disono soalnya disono ada stasiun radio, en langsung jalan kaki kesono, tapi akhirnya malah ga dapet apa-apa ketemu SITA yang dari Rida SIta Dewi tapi dia lagi siaran...jadi ga bisa
akhirnya malah pada nonton di Djakarta Theater..
ARGH!!bayar dah akhirnya...
trus gw pergi ke GoutheHaus buat nonton Zeke & The Popo, sebenernya iseng doang kesono karna males pulang, tapi gada yang mau pas gw ajak, yauda gw pergi ndiri...
eh nyampe sono, hoki, masih check sound!!padahal tulisannya mulai jam 6..langsung tancep beli tiket nya!!
pas lagi nunggu acara mulai, gw ngeliat ada indro warkop!!wuidih, denger blh denger, dia dpt invitation.. enak bener dia...
ga berapa lama, uda boleh masuk ke stage!!
desain panggung keren!!
pas lampu mulai gelap, semuanya langsung pada teriak en tepuk tangan
detailnya??jangan tanya gw soalnya gw baru beli CD nya tadi di Hey Folks! coba gw bli dri maren en uda gw apalin, pasti gw bs ceritain neh konser lbh lengkap..
tapi neh gw kasi poto pas lagi manggung nya, keren lho!!mereka kasi konsep teatrikal juga soalnya!! tebak lagi nyanyi apa??
nyanyi prof.komodo
uda ganti set jadi meja makan
"tengkyu sodara2 atas dukunganya!"
crowd cheering
oya agum gumelar juga sampe dateng!!ebat kan??(yaiyalah secara ada anaknya gtu)
*tandodol
Diposting oleh tando-wi yahya di 20:08
|
|