"Loves Your Works and Works Your Love!"

Pugar Restu's posts with tag: review

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag review
ReviewReviewReviewReviewFF + NNFeb 15, '08 11:36 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Pop
Artist:SL + SS
campurkan album Sean Lennon 'Friendly Fire', ditambah dengan Sarah Silaban album kedua(yg gak tau bakal keluar kapan, dan ehm...gue dah punya dong! bweek!)..maka akan didapatkan sensasi perasaan yang luar biasa! cannot explain...tapi yg pasti nuansa galau tetep ada! hehehehe


*Sean Lennon album Friendly Fire bisa didapatkan di MP saya, sementara Sarah Silaban, ma'af, sama yg punya gak boleh dishare! hehehe

ReviewReviewReviewRadit dan JaniJan 23, '08 11:33 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romance
kata ney dulu2xan ngereview...tapi gue paling gak bisa ngereview...hehehe

dapet undangan dari mandy buat blackmorse.
akhirnya saya dan reniy pergi menonton premier ini di PS.
tonny dan dee menyusul, begitu juga firman dan shinta.
sementara deki menyusul lebih lama lagi bersama zeke.

jadi menurut saya film radit dan jani itu:

bagus.
durasi kelamaan.
kalung yang dipake jani yang emas bisa dilipet2x itu kabarnya harganya jutaan, jadi agak kurang 'punk' deh hehehe(jam tangannya juga, padahal kalo kurang uang, kan bisa jual jam tangannya itu dulu, dibanding nyolong jam tangan orang)
kamera bikin pusing
ending lagunya kok peter pan? hahahaha
lagu2x lainnya bagus2x...tunggu aja nanti bakal keluar secepatnya! hehehe


dan kenapa gambarnya topi ini dan bukan poster film radit dan jani?
karena ternyata saya termasuk dari 5 orang yang beruntung mendapatkan doorprize(atau prise yah nulisnya?), salah satunya dapet tupi ini.
lumayan nanti bisa dipakai buat manggung,


atau sholat jum'at.


Ugaring.


ReviewReviewReviewReviewReviewes teler dan somay dharmawangsaOct 3, '07 12:24 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Other
Location:belakang dharmawangsa square
es teler yang juga terdapat somay ini bener2x duet maut!
dua2xnya enaaak!! tapi saya sedang nagih es telernya terus nih...enaknya melebihi soup buah yang terletak di seberangnya. dah gitu kelapanya muda...jadi enak..dan maniiis deh...kayak gue...hehehe...
harganya 6000 perak saja.
kemaren aja beli 7 buat buka di rumah!

nyam nyam nyam....

Link: http://deathrockstar.info/sketches-of-a-humming-thedyingsirens/

review album sketches of a humming by drs.

check it out!

From: Yuni Anggreini <yuni.anggreini@gmail.com>
Date: Mar 21, 2007 1:03 AM
Subject: Oleh-oleh cerita dari Gambir dan CCF Salemba, 17 Maret 2007
To: gnainu_krasivyi@yahoo.com

Halo semua,

Pertengahan Januari lalu, BungaMatahari dilamar oleh Centre Culturel Francais
(Pusat Kebudayaan Prancis) untuk menyelenggarakan Lettera Amorosa : Printemps
des Poetes 2007. Tema utamanya cinta.

Dari meeting internal BuMa, bunga-bunga menyumbangkan sari-sarinya. Antara
lain Anya dengan 'banjir cinta', Esti dengan permen puisi, saya dengan tema
cinta ironis (adoooh, ntar orang kira kisah cinta saya pedih meluluw, hihihi).
Tidak semua orang yang hadir kemudian masuk ke dalam daftar kepanitiaan, tapi
semua menunjukkan antusiasme yang sama. Rapat demi rapat berlangsung selepas jam
kerja. Ada yang datang dengan muka kusut kecapean seperti saya, tapi ada saja
yang tampangnya segar seperti habis mandi. Hebat!

Proposal sederhana dihaturkan ke CCF. Kepanitiaan terbentuk. Yang minat tampil
terus bertambah, walaupun ada juga yang karena satu dan lain hal akhirnya tidak
jadi. Makanan dan minuman ala cafe yang mampu menguras kantong para panitia
namun belum tentu mampu memenuhi tuntutan lambung mewarnai hari-hari rapat.

Beberapa hal penting mundur dari jadwal. Syukurlah hal itu tidak membuat
kegiatan ini kehilangan spiritnya. Permen puisi bisa disebarluaskan. Jejak Puisi
mendapat sambutan yang mengasyikkan. Ada saja memang yang 'nakal', melanggar
aturan maksimal 500kb per foto, sehingga saya musti menyediakan waktu ekstra
untuk me-resized sebelum mengunggahkan foto-foto seru itu ke
printempsdespoetes.multiply.com.

Dalam dua rapat terakhir panitia panitia menggunakan kesempatan itu untuk
menjejakkan puisi bersama-sama. Yang ter'badung' terjadi di Miko Coffee, lumayan
vandal, dada patung juga jadi korban penempelan puisi, hihihi... Tapi untungnya
mas-mas Miko Coffee semuanya asyik, malah ikutan bikin puisi juga.

Masa persiapan sempurna? Tentu tidak. Ada saja kekacauan-kekacauan minor. Yang
jelas, dari pengalaman ini, saya yakin ini BuMa belajar untuk membuat
perencanaan yang lebih mantap lagi dalam kegiatan-kegiatan mendatang.


Hari H! Stasiun Gambir

Acara dimulai lebih lambat dari yang direncanakan. Sementara wartawan-wartawan
sudah siap dengan kameranya. Dag-digdug. Tanpa sadar, bukannya mendatangi para
wartawan, panitia malah 'ngumpet' di balik papan-papan hitam besar. Grogi, bo...
Ternyata 'jiwa seleb' kita saat itu belum benderang. Nirasha, MC andalan kita,
memimpin Elise Mignot, Ardiyan, Aci, Donni dan saya berdoa bersama. Doa memang
manjur menghilangkan resah dan meningkatkan percaya diri.

Setelah Nirasha membuka acara, Kuartet Otak and Chair memanaskan suasana
dengan musikalisasi puisi. Beberapa anak muda belia (semua di BuMa sebenarnya
muda belia, ehem..hem) yang datang setelah mendengar info dari radio
terpana-pana menonton penampilan mereka. Ternyata mereka memang baru kali itu
berkesempatan melihat cara menginterpretasikan puisi di luar hal-hal yang
didapat di sekolah. Mustinya kita juga mengundang guru-guru bahasa, nih...

Ups! Ternyata banyak pembaca puisi sesi pertama yang belum datang selain Ditta
Larasati. Ditta dengan sigap mencopot sepatu, bertelanjang kaki membawakan
beberapa puisi yang baru semalam ia tulis. Maksud hati mau mendatangi audiens,
apa daya kabel mikrofonnya kurang panjang karena terbelit sana-sini. Tapi tidak
masalah, bukan Ditta kalau mati gaya. Sofa pun jadi pilihan setelah bosan
membaca sambil berdiri.

Setelah Ditta, terbitlah Doddy. Melihat penampilan Doddy, siapa sih yang
menyangka kalau dia baru saja datang dari luar kota untuk urusan pekerjaan?
Tampaknya buat kegiatan ini, orang-orang bagaikan punya energi ekstra tanpa
perlu minum doping.

Donni sang Ketua Acara menodong Elise, Ardiyan, Astri a.k.a Aci, Anya dan saya
untuk sedikit ber-talkshow ria. Kurang lengkap rasaya tanpa wakil dari Gambir,
maka kami ajak Humas PT Kereta Api Akhmad Sujadi ikutan ngobrol di sofa. Isinya
seputar mengapa acara ini berlangsung. Setelah itu, tentu saja puisi-puisi
segera berlanjut lagi.

Aurelia Tiara menggandeng Yoshi untuk duet di sofa, membawakan karya dari buku
kumpulan puisinya, "Sub Rosa Poems". Konon puisi-puisi yang lahir di bawah
naungan mawar bermakna rahasia. Ah, sok tahu saya.

Yohannes Sugianto penulis "Di Lengkung Alis Matamu" dan Bocoran, nih,
sebenarnya ada karya Yo yang diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis oleh Dyo
Dias, namun tampaknya hasil terjemahan itu belum tuntas diperiksa hingga hari H.
Batal deh dipentaskan... Versi terjemahan itu akan tetap dicek. Jika beres,
kemungkinan besar akan di-upload ke situs pribadi Yo. Tunggu saja kabarnya.

Elise Mignot juga berani terjun. Elise membacakan satu puisi Prancis. Saat itu
tidak ada yang mendampinginya untuk membacakan terjemahan ke dalam bahasa
Indonesia. Namun penonton tetap antusias, walaupun bingung karena tidak tahu
artinya.

Kadang penampil punya ritual tersendiri. Jorgy misalnya. Pembaca puisi yang
sangat ekspresif ini tidak mau makan sebelum tampil. Menurutnya makan sebelum
tampil bisa mengganggu konsentrasi. Jorgy mengawali penampilannya dengan sedikit
prolog, bahwa ia sulit menulis tentang puisi cinta. Nah, begitu mulai baca,
Jorgy membuat fotografer sibuk membuntutinya. Ia bergerak ke sana-sini,
mendekati penonton, pun fotografer. Ia juga membaca sambil tiduran di sofa.
Lincah amat. Ini aja belum makan, gimana kalau sudah ya.

Sebelum berkeliling ke mana-mana buat inspeksi, saya sempat melihat penampilan
Jimmy Johansyah, seorang seniman yang biasanya bergaul di TIM. Saat itu gayanya
terlihat tenang, tapi kata demi kata yang diucapkan berasa, deh.


Sarat Kejutan

Kejutan pertama muncul ketika giliran Idaman membaca. Ia membawa Bambang
Sugianto! Bambang ini sering sekali berpuisi di depan ribuan orang. 5000 orang
pun ia sudah pernah. Apa rasanya ya ditonton orang sebanyak itu...

Selanjutnya kejutan demi kejutan pun menyusul datang. Hasanuddin, salah satu
porter di Gambir, mendaftarkan diri. Teman-temannya pun berdatangan, menantikan
giliran rekan kerja di ajang baca puisi ini. Sabar sekali beliau menunggu.
Begitu tampil, menggelegar! Semua yang punya kamera langsung maju ke depan
mengabadikan Hasanuddin. Hasanuddin juga masuk dalam berita The Jakarta Post
terbitan 18 Maret 2007.

Olin, salah satu dari trio penulis "Merah Hitam Kesumba" datang. Panitia ingin
ia tampil, tapi saat itu baginya sedang tidak tepat. Maka jadilah Olin peri baik
hati, memberikan bukunya sebagai hadiah untuk salah satu sesi games.

Ivy Batuta datang dengan rok polkadot. Wah, tentu saja panitia segera menodong
Ivy yang suaranya sering terdengar di radio Indika ini. Awalnya, malu-malu,
maunya nonton aja. Lalu..., mulai tertarik dengan lembaran template Jejak Puisi
yang dibagi-bagikan panitia. Lalu mulai duduk. Menonton, menulis, menonton,
termenung, menulis, dan seterusnya. Tahu-tahu, puisinya sudah siap. Isinya
romantis abis! Penonton pun menjerit minta anchor. Nah lho, siap-siap tambah
job, Vy.

Lima anak dari SMU Bina Insani Bogor datang menyumbangkan musikalisasi puisi
dengan gitar dan biola. Merinding... Mereka ini sudah memenangkan lomba-lomba
musikalisasi puisi di Bogor. Ibu Indri, mama salah satu dari lima anak tersebut,
mendengar kegiatan Banjir Puisi. Maka datanglah sang ibu ke Gambir, membawa
serta anak-anak dan guru Bahasa Indonesia.


Pameran & Live Artwork

Pengunjung Banjir Puisi di Stasiun bisa menikmati berbagai karya seni visual
yang berbasis puisi. Henry C Widjaja memajang lima buah foto puisi hitam putih
yang sangat indah, lengkap dengan puisi pendek di setiap foto. Sebagian karya
HCW bisa dilihat di situs http://www.fotografer.net.

Di bawah foto-foto Mas Henry tertempel beberapa print out Jejak Puisi dalam
ukuran postcard yang dapat dilihat di http://www.printempsdespoetes.multiply.com

Pada dua papan lain, terpampang 15 artwork. BuMa menerima lebih dari 40 buah
karya dari Jakarta dan Jogja. Karena anggaran pencetakan terbatas, Anto musti
bekerja keras menyeleksi hanya 15 di antaranya. Sesudah tenggat waktu yang
ditentukan, masih ada saja yang berminat mengirimkan karya. Konon, teman-teman
kita ini sulit diajak terlibat dalam kegiatan-kegiatan oleh institusi lain
karena kesibukannya. Tapi buat BuMa, mereka mau. Duuuh, terharunya...

Tiga orang di antara para penyumbang karya, Eko, Anca dan Rya tampil
mengerjakan live-artwork. Selama 4 jam lebih mereka mengubah sebilah papan
bercat putih menjadi karya yang "tres tres tres bien". Bagus bangeeeet. Mereka
sampai berpeluh-peluh mengerjakan karya ini.

Ada beberapa pengunjung yang selain bertanya cara bergabung dengan BuMa,
juga menanyakan cara bergabung dengan komunitas para pengirim artwork. Buat
informasi, para perancang ini berasal dari tim yang berbeda-beda. Ada pula yang
tidak bergabung di komunitas lain. Jika masih penasaran ingin mengintip
karya-karya para penyumbang artwork dan penampil live-artwork, coba kunjungi
situs-situs mereka, antara lain (alfabetik):

Agus Pramono "Cleber" ( www.thecleber.org)
Amenth
( www.theyhatemydesign.net , www.loveisickprojekt.deviantart.com)
Anca ( www.malonahuai.deviantart.com, www.malona-huai.blogspot.com)
Denny Kuswantoro "Kunil" ( http://vektorscksprojekt.deviantart.com,
http://www.vektorsucksprojekt.com)
Eko Priharseno ( www.ekko-art.com , www.ekopriharseno.blogspot.com)
Irax ( www.vector4gift.com, www.luvutu.com)
Satya Hody "idegila" (http://idegila.blogspot.com)





Audiens

Banyak audiens yang datang khusus Gambir untuk melihat Banjir Puisi. Tidak
sedikit juga calon penumpang KRL yang duduk-duduk menunggu waktu
keberangkatannya. Ketika sedang berkeliling sambil membagikan permen, saya
sempat berbincang-bincang dengan dua alumni ITB yang menikmati acara sebelum
berangkat ke Bandung untuk reuni.

Ada juga yang benar-benar baru saja datang dari Prancis. Habibie yang akrab
dipanggil Hebi baru tiba di bandara Sukarno-Hatta beberapa jam sebelumnya. Ia
naik bis sampai Gambir untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Yogyakarta. Karena
jadwal keretanya masih sangat lama, Hebi menyempatkan diri untuk menikmati
Banjir Puisi di Stasiun. Menurutnya, acara ini sangat asyik, lebih akrab
dibandingkan acara-acara puisi yang berlangsung di Prancis. "Di Prancis lebih
eksklusif," kata Hebi. Yoshi pun ber-parle francais dengan Hebi. Hasilnya, Yoshi
mendapatkan oleh-oleh pin lucu. Rezeki...rezeki...

Saya melihat satu geng yang dari jauh terlihat "bersinar-sinar" saking
enjoy-nya. Ternyata itu geng bawaannya Henry C Widjaja. Hari ini saya menemukan
dua di antara mereka, Yani dan Reno, menuangkan pengalaman di Gambir ke dalam
puisi yang telah di-posted oleh HCW ke milis BuMa. Dalam terasa...

Menjelang acara ditutup, ternyata masih ada yang ingin tampil spontan. Empat
jam yang membuat panitia berpeluh keringat ternyata masih kurang bagi audiens.



Acara Lanjutan

Usai acara di Gambir, sorenya kita pindah ke CCF Salemba. Di sana berlangsung
lomba antar siswa CCF. Waraney mewakili BuMa memberikan sambutan.

Ada juga pembacaan puisi oleh Rieke Dyah Pitaloka dan Remy Silado. Khusus
untuk BuMa, kita diberikan tempat di taman kecil yang terletak di antara kantin
dan kelas. Asyik juga nih. Karena belum banyak anak BuMa yang datang, maka yang
baca hanya empat orang, yaitu Ditta, Yoshi, saya, dan Jorgy.

Ditta menemukan apa yang dia inginkan ketika di Gambir. Membacakan puisi
sambil mendatangi para penonton. Ditta banyak berpindah tempat dengan gerak
cepat, sehingga terkadang kameramen "kehilangan" Ditta. Ini lucu sekali di
screen.

Yoshi membacakan puisi dari sebuah buku tulis. Diakhir puisi, Yoshi membaca,
"Maka kubuang puisiku." Eh, puisinya dibuang-buang beneran ke rumput! Hihihi...

Setelah berbingung-bingung, akhirnya saya pilih karya Remy Silado dari buku
"Puisi Mbeling" yang baru Yoshi beli. Ini namanya bunuh diri, baca puisi karya
pesohor sementara orangnya ada di situ. Ceritanya berisi nasihat seorang papi
kepada anak lelakinya. Saya kan cewek, tidak bersuara berat pula, jadi
yah...lumayan susah juga bawainnya.

Terakhir Jorgy. Jorgy ini memang engga ada matinya. Dia sempat ragu sanggup
baca puisi lagi sore itu setelah kehabisan energi di Gambir. Tapi ternyata bisa
lho. Bermodalkan sedikit coretan di selembar kertas, Jorgy mengerahkan seluruh
kemampuannya untuk berekspresi penuh. Berhasil! Abis itu, Jorgy pulang duluan
tanpa menunggu dinner. Capek banget pasti.


Energi Bergaung

Pernah dengar istilah "expected the unexpected"? Jujur saja, panitia dari CCF
maupun BuMa merasa Banjir Puisi di Stasiun itu lebih dari yang diharapkan. Penuh
dengan kejutan. Sangat hidup. Bagi saya, energinya terasa sampai hari saya
membuat tulisan ini, walaupun fisik saya sempat agak ambruk pasca acara sama
seperti sebagian panitia lainnya (untung Senin libur Nyepi).

Sampai hari ini pun di telinga masih bergaung lagu yang dilantunkan Kuartet
Otak and Chair ketika mengiringi Anya berpuisi lantang, "Kabarkan kepada dunia
bahwa aku telah tiba di tepi di mana aku tak bisa kembali lagi."


Terimakasih mendalam, berat, banyak, berlimpah-limpah kepada seluruh:
- Tim panitia dari CCF Jakarta & Buma: Patric Perez, Ardiyan Atmaja, Astri
Onengan, Elise Mignot, Yuli, Yosef Indra, Mouna, Anya, Donni, Nirasha, Widee,
Anto, Ditta, Waraney, Iwan, Setiyo, Zulian, Jack, Sam, Metta, Ida, Mita, Isky,
Nivel, Luka.
- Bunga-bunga BuMa yang bukan panitia maupun penampil, namun punya kontribusi
penting berupa ide atau hal lainnya: Festi, Rainier, Esti, Edo "The Safari",
Ariekotama, Nurman, Ade Tohang. Ada yang kelupaan? Tolong ingatkan saya, yah.
- Pembaca puisi terjadwal. Acha "idiotsupreme", Apriyanti Zuroida, Aurelia
Tiara (penulis buku kumpulan puisi Sub Rosa Poem), Bayu "semalamsayamimpi",
Ditta Larasati, Doddy Nuryadi, Donni Said, Henry C. Widjaja, Idaman Andarmosoko,
Jimmy S. Johansyah, Johannes Sugianto "blue4gie" (penulis buku kumpulan puisi
Di Lengkung Alis Matamu), Jorgy Ibrahim, Pugar Restu Julian "dyingsirens", Sam
"Lord Sam", Viniya M, Yoshi Febrianto "gedongproject", Epri Tsaqib, Henry C
Widjaja,
- Pembaca puisi spontan, antara lain Hujan, Hasanudin porter Gambir, pembaca
puisi dari indosiar.com, Dimas, SMA Bina Insani Bogor, Bambang Sugianto, Ivy
Batuta, Tika "t11ka", Evi Widya Putri, Olivia Kristina Sinaga "buncil", Bonie
pengamen puisi, dan masih banyak lagi yang belum sempat dicatat panitia.
- Kuartet Otak and Chair (Aan, Acha, Iksan, Uga) yang bersedia tampil dua
kali, datang pun termasuk yang paling pagi. Profesional, baik hati, gagah
perkasa (bantuin angkat-angkat properti).
- Penampil karya visual.
Henry C Widjaja dengan foto-fotonya yang indah, yang sangat "menikah" dengan
puisi pendeknya. Plus kata-kata pembakar semangatnya. Terimakasih!
Rya A. Yunnianto, Malonahuai "The Congors", Denny Kuswantoro "Kunil", Eko
Priharseno, Irax, Satya "idegila", Agus "Cleber", Amenth, Loveisick & Jogja
Project yang telah mengirimkan lebih dari 40 artwork. Trio Eko-Aria-Anca yang
sepanjang acara sibuk membuat live artwork. Kerrren banget. Ba nyak peminatnya,
lho...
- Lima anak BuMa yang puisinya telah dipilih oleh CCF dari Antologi Bunga
Matahari untuk diterjemahkan ke bahasa Prancis: Danar Allstars, Deddy Krezno,
Indah IP, Syahfida, dan untukmemilikimu.
- Media massa cetak dan elektronik, blog-blog pribadi, milis-milis, segala hal
yang turut mempromosikan dan meliput kegiatan ini
- Yang mengirimkan JejakPuisi.
- Yang datang dan menikmati Banjir Puisi di Stasiun Gambir.
- Dukungan teman-teman walaupun mungkin berhalangan hadir.
- Kepada seluruh sponsor kegiatan (mitra-mitra CCF)
- Terimakasih juga buat juga bosku Tina Rani di Sixtosix CommuniQue yang
bersedia ikutan JejakPuisi dan membolehkan saya pergi-pergi di jam kerja untuk
mengurus persiapan kegiatan Printemps des Poetes 2007.


Pasti tulisan ini jauh dari lengkap. Yang lain, yuk berbagi cerita.


Membanjir salam hangat,
Yuni
PO dari BuMa untuk Printemps des Poetes 2007

NB:
1. Kalau ada yang menemukan amplop putih ukuran A4 berisi puisi, dan sebuah
plastik berisi sedikit permen dan beberapa lembar template JejakPuisi yang telah
ditulisi, tolong hubungi saya di gnainu_kraisvyi@yahoo.com,
yuni.anggreini@gmail.com, dan (021) 980 22 416.
2. Kalau ada yang telah mengambil Antologi Bunga Matahari di Gambir tapi lalai
membayarnya, tolong hubungi Anya di g.c.rompas@gmail.com,
anya@bungamatahari.org, dan 0816 114 7962.
Terimakasih sekali.



---------------------------------
The fish are biting.

Blog EntrySS 07Mar 12, '07 12:22 PM
for everyone
SS 07

homogenic dan sore nonton langsung. cuma dari tv bawah. sepertinya di awal2x lagu sound mereka ancur. sore juga cuma terdengar drums bembi saja. tapi gak tau kalo di depan panggung.
 
club 8 bermain bagus, tapi kurang atraktif. sound kurang bagus. katanya gak bawa soundman sendiri (salah siapa?). apakah faktor kurangnya jam terbang jadi alasannya? meraka kaget dan terharu karena penonton pada tau dan apal lagunya padahal banyak yang gak rilis disini. (hello? indonesia adalah termasuk ke dalam negara pembajak terbesar! hehehehe). lagu2xnya sendiri sepertinya cocok dibawakan di lounge atau tempat semacam itu.

sondre bermain bagus. atraktif. tapi setlistnya agak membosankan. terlalu hanyut dengan diri sendiri, jadi asyik sendiri. the faces down patut diacungi jempol. menawan. menurut saya mereka malah bisa tampil di java jazz! hehehe...set list 90 menit cukup lama juga, jadi membuat capek dan jenuh.

selebihnya, lebih penuh koc tahun lalu. mungkin karena ada muse dan java jazz juga jadi terbagi kemana2x penonton, kecuali yang punya banyak uang bisa nonton semuanya. selain itu, kaki saya pegel banget,dan capek banget juga tentunya.
      


thom yorke kapan?
 

Blog Entryworking class zeroMar 6, '07 12:33 AM
for everyone


Working Class Zero

Jum’at tanggal 2 maret lalu adalah dimana tepat dilaksanakannya launching album PlanetBumi “Working Class Zero”. 10 tahun band itu berdiri, dan untuk pertama kalinya mereka menggelar launching album. Salut kepada manager mereka Endy dan Yuri Evonica.

Seperti biasa, dari Soho soundnya yah masih begitu-begitu saja. Masih saja kurang memuaskan. Ketika efek rumah kaca main tiba-tiba pihak Soho menaikkan volume bass dari mixer sehingga bass menjadi berdengung, dan lalu menurunkannya lagi. Sepertinya ini adalah sesi check sound baginya. Padahal check sound sudah dari tadi dilakukan.

Acara dibuka oleh Otak and Chair yang menurut saya cukup membuat penonton bingung dan berkata,”ini apakah?”. Otak and Chair membawakan 4 buah komposisi puisi perkusif, yang menurut Aroel “Stereomantic” melalui YM keren dan rame (tapi gak kayak nano-nano). Next gig mereka kemungkinan besar belasan maret ini di acara CCF-bungamatahari dan launching gangstarasta(TBA). Myspace mereka: http://www.myspace.com/otakandchair

Efek Rumah Kaca bermain berikutnya. Dengan formasi trio ERK ternyata tidak lantas membuat musiknya sepi. Nuansa galau pun terasa disini. Saya sangat menantikan album mereka. Sayang kata vokalisnya dulu rekamannya sempat hilang di tempat mereka merekamnya. Next gig saya kurang tahu. Hubungi manager mereka saudara Harlan Boer di harlanboer@yahoo.com atau 08561110577.

Berikutnya giliran thedyingsirens bermain. Siska yang ternyata tak bisa cabut lembur (kantor apa komunis?-kata Aan gituh) digantikan oleh Ichsan. 6 lagu dimainkan. 2 lagu baru. Di akhir lagu ternyata bass yang dimainkan ichsan turun nadanya. Hehehe…gak tahu deh gimana terdengar di kuping penonton. Next gig mereka tgl 15 Maret ini di Public(manna House) taman ria senayan di acara launching Everybody Loves Irene. Free. Myspace mereka: http://www.myspace.com/thedyingsirens atau hubungi SatriaRamadhan di 0818496654 / suitcasemail@yahoo.com

Setelah itu giliran Stereomantic yang berganti nama menjadi Stereocoustic. Untuk launching PlanetBumi ini mereka bermain akustik dengan personil inti tanpa disertai oleh additional mereka. Selain membawakan lagu sendiri yang sedang sering diputar di radio-radio itu, mereka juga mengcover lagu Bob Marley dan the Doors kalo saya tak salah.

Next gig saya kurang tahu. Coba cek myspace mereka http://www.myspace.com/stereomantic

Kemudian band lawas Room V pun berada di panggung. Mereka sepertinya special bermain untuk PlanetBumi. Dibuka dengan Catch, lalu mereka memanggil Uga dan Maria untuk memainkan Boys Don’t Cry. Dilanjutkan dengan Just Like Heaven, A Letter To Elise, Love Song, dan Rindu-lagu lawas milik PlanetBumi.

Next gig gak tahu…mengingat mereka semua sekarang sibuk sendiri-sendiri. Untuk contactnya bisa hub saudara Harlan Boer juga di nomer yang di atas.

Terakhir, yang punya acara, PlanetBumi bermain. yang datang pun semakin ramai. Mereka memainkan beberapa lagu yang semuanya ada di album baru mereka “Working Class Zero”, teriakan beberapa penggemar mereka untuk membawakan lagu lama mereka tak diindahkan sama sekali. Sayang sekali. Helmy, original drummer mereka yang gak crispy, sekarang menggantikan posisi Aroel di lead guitar. Whoa! Cool! Contact PlanetBumi bisa ke Endy 0855782289 atau myspace mereka http://www.myspace.com/planetbumiband

Begitu acara selesai saya langsung membeli baju mereka dan meminta tanda tangan seluruh personilnya termasuk Aroel. Yes! Dapet semua! Sayang kasetnya lupa beli…huhuhuhu….

Sukses terus buat PlanetBumi dan buat Endy tetap semangat!!!

Pugar Restu Julian.


ReviewReviewOST 6:30Feb 28, '07 1:28 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Soundtracks
Artist:various artist
Siang tadi saya ke aksara PI, melihat cd thedyingsirens tinggal satu(gak tau sih naro berapa disitu…mungkin dua? Hehehe). Lalu melihat cd2x yang rasanya pengin saya beli semua, ada petra hayden, gugun n bluesbug, etc. pilihan terakhir akhirnya saya membeli OST 6:30.
Bukan. karena saya suka filmnya. Saya bahkan belum menonton filmnya. Ingin sih rasanya menonton sendiri apa yang orang bilang tentang film yang sangat tidak memuaskan ini, tapi ya kalau hampir semua teman2x saya bilang film ini tak bagus….ya udah…sayang juga uangnya…hehehehe

Baiklah, mari kita berbicara tentang isi CD OST ini, silahkan dinikmati review subjektif dari saya:

Dibuka dengan sebuah lagu elektronik instrumental dibumbui dengan potongan2x kalimat dari film yang berjudul sama dengan judul filmnya, karya DJ OREO. DJ OREO juga dikenal sebagai salah satu bomber dari Jakarta, personil sebuah band asal bandung yang lagunya pernah masuk di album ticket to ride, dan juga mantan personil band yang pernah membawakan lagu radiohead sebanyak 30an. Kabar terakhir ia akan segera menikah dengan seorang gadis berinisial E(ghost ship abeees!!!).

Dilanjutkan oleh lagu aku cinta j.a.k.a.r.t.a oleh C’mon Lennon yang (kabarnya) sedang vakum ini. Sayang saya melewatkan penampilan side project dari bassistnya di splash kemang beberapa hari lalu. Kangen sama groove boxnya…kapan nih mau dibalikin? Kekekek. Kabar terakhir, mantan vocalist dan mantan drummiestnya akan berada di satu panggung di acara launching album terbaru dari PlanetBumi di Soho music Jum’at 2 Maret 2007 ini. JANGAN SAMPAI TERLEWAT! (penuh nuansa promosi disini hehehe).Keyboardistnya yang juga keluar setelah vocalist dan drummiestnya sedang sibuk latihan tiap kamis di studi 48 pasar minggu, tapi blm mau buka mulut tentang band barunya itu. Sedangkan guitaristnya yang emo sedang berbagia bersama pacar tercintanya yang kadang diakui kadang tidak(ghost sip lagi! hahaha).

Lagu ketiga adalah Hidup itu indah dari Naif. Lagu yang bagus dan sangat terdengar sekali nuansa Beatles disini(seperti juga di lagu2x Naif yang lain-sapa seh yang gak suka Beatles??!!). Naif kabarnya…gak tau gue…terakhir liat di 4 mata sih….hehehehe

Lagu keempat dari Godmustbecrazy berjudul Clash. Campuran radiohead dengan the doors adalah gambaran(dari gunung kelud) yang tepat untuk mendiskripsikan musik mereka. Sebenarnya ini adalah demo version. Kok saya tahu? Karena saya yang mengisi track drums di lagu ini di sinjitos studio…hehehe. Satu hal yang masih saya ingat ketika saya bertanya kepada mereka,”mau ngisi part drumsnya gimana nih?”. Jawaban mereka,”terserah elo Ga, ada bunyi drums aja kita dah seneng!” hehehehe. Saya pun ingin berterima kasih karena ternyata saya mendapatkan “royalty” karena lagu ini masuk ke OST ini (kok band yang satu lagi gak ada kabar yah? Kekekekek).
Kabar terakhir yang cukup disayangkan, mereka ternyata bubar. Sebagian personilnya sudah membuat band baru. Namanya lupa saya. Sedangkan gitarisnya yang bergaya hippie hippie ayayeya itu bekerja di sebuah majalah berinisial A.+. (huahahahahaha)

Lagu kelima merupakan lagu kesukaan saya. Something like your smile dari Tomorrow People Ensemble. Sudah lama tak melihat band ini. Sebagian personilnya sedang meneruskan memperdalam musik di negeri kumpeni. Sebagian lagi mungkin bisa dilihat di cafe2x atau sebagai wedding singer. Lagu ini aselinya adalah lagu dari Blossom Diary. Direkam di pendulum studio untuk EP Blossom Diary yang berjudul About a Poor Boy. Satu shift dipakai berdua Blossom Diary dan Tomorrow People Ensemble. Ini adalah live recording. Jadi kami…apa? Kami? Ya…waktu itu saya masih ‘menjabat’ sebagai drummernya blossom diary…hehehe. Jadi kami memakai studi bergantian. Saya juga memakai drums set Zulham. Anyway, they’re so f*cking genius man! Envy deh melihatnya! Hehehe…tapi rumput tetangga memang terlihat lebih hijau, mungkin karena totalitas mereka di dunia musik yang bisa membikin mereka seperti itu (yeah right! Tetep aje ngiri!). sangat ditunggu karya2x mereka selanjutnya.

Lagu keenam adalah lagunya Imanez berjudul Sunset. Saya kurang begitu suka dengan lagu ini. Tapi liriknya bagus. Dan beda sekali nuansanya dengan lagu2x yang lain. Kenapa tiba2x ada Imanez? Tapi mungkin saya harus tonton dulu filmnya baru kasih komentar begini yah. Dan entah kenapa, suara Imanez disini mirip dengan Sastro dari the Sastro.(apa kabar the Sastro?) Kabar terakhir, Imanez telah tiada, seperti matahari yang terbenam.

Lagu ketujuh adalah Unrescued World dari band yang akan mengeluarkan album pertama mereka sebentar lagi dan katanya sedang mastering di Inggris, Zeke and the Po Po Hebat yah…ngiri lagi deh…hehehe…kalo gak punya uang emang bikin ngiri mulu bawaannya neh! Hehehehe
Saya ingat, ini termasuk lagu yang paling pendek kalau dibawain live. Sementara yang lain, saya harus liat2xan dulu dengan iman atau yudi atau leo kalau mau mengakhiri lagu2x mereka…seperti memang dibuat sepanjang mungkin…tapi asik! Hehehe
Kabar terakhir, zeke sudah punya pacar baru yang lucu, iman makin oke dengan alat2x yang makin banyak dan (lagi2x bikin ngiri), yudi botak terus, dan leo makin endut!

Lagu kedelapan adalah lagu lama berjudul Kau karya Chandra darusman, tito sumarsono, pancasilawan yang dibawakan oleh Trisa. Ya Trisa, bukan Trison. Kalo Trison vokalisnya Roxx dong jreng! Sepertinya Trisa adalah artis dari Aquarius Musikondo. Lagu Kau ini dibawakan secara akustik. Terdengar kurang maksimal. Kabar terakhir, Aquarius sekarang ada juga di Pondok Indah….kekekekek

Lagu kesembilan adalah lagu Desire ‘versi baru’ dari Pure Saturday. Entah kenapa saya kurang suka dengan soundnya. Kasar. Jadi seperti demo, padahal ditulisnya re-mastered? padahal setahu saya master itu belom ada di tangan mereka sampai sekarang…Atau kurang terbiasa yah…atau mungkin karena dipasang sesudah trisa? Entahlah..tapi mungkin lagu ini akan saya jadikan I-ring di hp saya. Yang nyanyi Suar, tapi kadang2x kok jadi seperti suara Iyo? Kabar terakhir, mereka sedang mencari vokalis pengganti Iyo dan jg menyiapkan album the best mereka dengan 2 lagu baru yang kata sang drummer (melalui ‘wawancara’ via YM) musiknya sangat berbeda dengan lagu2x PS yang lain. Sempat terlihat ragu apakah penggemar mereka bisa menerimanya. Well…bring it on brother! We’ll take it! Anything from and for PS! =)

Lagu terakhir kembali dari Naif ‘Hidup itu indah’ versi akustik. Penutup yang indah. Lagu yang indah.



Hidup itu memang indah.



Film 6:30?



Belom tentu!!!! Hehehehe



Peace, love, dan G4UL!!!! HAHAHAHAHAH




Pugar Restu Julian.



ReviewReviewReviewReviewKeys To The WorldsJun 30, '06 2:11 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Other
Artist:Richard Ashcroft
“Terlalu Pop”, begitu komentar banyak orang di sekitar saya tentang album terbaru Richard Ashcroft (RA), mantan vokalis the Verve ini. Memang sih. Tapi mungkin karena waktunya tepat(bagi saya untuk mendengarkannya) maka saya sangat menyukainya. Saya mempunyai kebiasaan untuk tidak langsung mendengarkan album yang saya beli secara terus menerus. Seperti album pertama RA “Alone With Everybody”, butuh beberapa bulan lalu bisa tergerak untuk mengambil albumnya dan mendengarkannya secara keseluruhan(begitu juga dengan album solo Billy Corgan (BC), baru benar2x sekarang saya bisa mendengarkannya secara keseluruhan). Untuk album pertama RA, waktu itu saya susah ‘masuk’nya karena begitu pertama kali mendengarkan terasa begitu slow, demikian dengan album BC, too lite, totally different with theSmakhinPushing.

Terlalu Pop. Saya setubuh. 2 suku kata yang tepat untuk album ini. Tapi sejak album pertama saya pikir juga memang sudah Pop. Sebelum keluar albumnya, saya sudah terlebih dahulu mengunduhnya di internet. Dan lalu kemudian memesan CD import dengan bonus DVDnya itu di Ak’sa’ra. Setelah didengar? tidak mengecewakan! Disaat saya haus akan karya-karya terbaru dari RA, dia seperti datang untuk memuaskan dahaga saya (aiiihhhhh!!!).

Album ini menceritakan tentang depression and happiness, religion and death, the world and its people, love and how to maintain it. It's an album that's in turn thoughtful, downbeat, gentle, angry and optimistic.<--begitu katanya di Myspace Richard Ashcroft. Dibuka dengan track pertama berjudul “Why Not Nothing”. Termasuk lagu kesukaan saya di album ini. Menurut saya ini lagu dengan tempo tercepat yang pernah RA buat selama ia solo. Cara bernyanyinya sedikit mengingatkan saya akan Sex Pistols hehehe(salah gak yah penggambarannya?). “Music Is The Power” adalah lagu yang melodic(gak pake punk), RA sangat pintar membuat tunes yang catchy dan diingat orang. Mendengar lagu “Words Just Get In The Way” seperti mendengarkan “You On My Mind In My Sleep” atau “Slow Was My Heart” dari Album pertama RA. Lagu “Sweet Brother Malcom” dengan nuansa folk-balladnya membuat hati saya tenang mendengarnya(penting banget gak sih komentar gue?hehehe).

RA sepertinya dilahirkan untuk menjadi singer songwriter, dan iya sangat percaya musik lebih dari apapun. Seperti yg saya petik(bunga kalee!) di halaman Myspacenya; Ashcroft believes in music more than most. "You can radically change a person's life with a tune. I don't think people truly understand or appreciate how powerful that is." "I think I was born to be a songwriter," he continues. "I'm not driven by fame or success. I'm quite a shy, introverted person and I could easily melt away into the background. But I am driven to write tunes. Creativity for me is almost like therapy, my songs take you into the underbelly of my mind and there's some dark stuff in there. If I lived in LA, I'd be seeing someone three times a day, every day. But I'm a northern Englishman dealing with his shit in his own way.

DVDnya sendiri terdiri dari beberapa bagian, yaitu interview dengan RA tentang album Keys To The World, penampilan live RA membawakan Why Not Nothing, Break The Night With Colour, Words Just Get In The Way, dan ditutup oleh video clip Break The Night With Colour.
Penampilan live-nya outstanding!!! Tanpa cela! Vokalnya bagus banget! Keren banget deh! Saya saja waktu pertama kali melihatnya sampai merinding!!! Akhirnya...bisa melihat RA manggung!!! Hehehehe Drummer Pete Salisbury (eks the Verve) terlihat gemuk dan persis sekali dengan drummernya Coldplay hehehe.

In Summarry, this is a great album, layak beli, terlebih cd import dengan bonus DVDnya ituh. Walaupun saya lebih suka dengan album pertamanya, moodnya lebih terjalin pada album pertama. Tapi kalau kamu sudah cinta dengan Richard Ashcroft, peduli Malaikat!!! Ayo Beli!!!! hehehehe


ReviewReviewReviewPAVILIUN DO RE MIMay 29, '06 11:45 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Indie Music
Artist:the gimmick, room v, efek rumah kaca,etc
Bisa dibilang album kompilasi ini temanya adalah 'brotherhood".
Harlanboer 'Bin"(Lala)-former vokalis dari band C'mon Lennon ini mengumpulkan materi2x yang ada di album dari orang2x terdekatnya.
Ada band dia sendiri(Room-V), ada bandnya bersama kakaknya Andri(Chaotic Mama), lalu ada The Gimmick yang jg drummer di Chaotic Mama, kemudian Clover, yang merupakan band istrinya Lala,
Efek Rumah Kaca yang dimanajeri/diproduseri oleh Lala, Departement Store side project Lala bersama David Tarigan(the Jonis), Nourie(the Sweaters/Chaotic Mama), dan Merdi(the Sweaters/former Sugarstar), Planet Bumi yg merupakan teman lama Lala, Dear Nancy yang merupakan kru dari C'mon Lennon, Blossom Diary-band kedua gitaris C'mon Lennon, dan the dying sirens, proyeknya drummer C'mon Lennon.

Kenapa lagu2xnya disusun berurutan perband?
menurut saya hal itu dilakukan supaya soundnya tidak timpang, mengingat materi2x yang ada di dalam album ini tidak diproduksi dalam waktu/tempat yang sama. Coba kamu shuffle, niscaya kamu akan mendengarkan sound yang kurang imbang dan kurang nyaman di kuping...contohnya setelah mendengarkan Planet Bumi, lalu langsung ke Room -V, ngedrop banget. Jadi jika kamu mengutamakan kenyamanan untuk kuping kamu, lebih baik nikmati saja lagu perlagu apa adanya dan bukan ada apanya...hehehehe

Lagu2x di dalam kompilasi ini berbeda2x jenisnya...yang saya suka selain Efek Rumah Kaca(yg dijadikan singel dalam kompilasi ini, kata Lala), adalah the Gimmick, Dept Store, Clover dan Blossom Diary.

KAMU HARUS MENDENGARKAN THE GIMMICK!!! hehehehe

dengan lirik yang jenaka dan pintar, Jorgy menceritakan kisah dirinya(menurut saya...karena saya kenal dia dan pengalaman hidupnya hehehe)..."minumlah alkohol...biar jadi asshole..."-seperti lirik yang diucapkan oleh former junkie(well he is). Seperti memberitahu kalian jangan begini yah...mungkin kayak lagu Judi KaRhoma tapi the gimmick lebih okeh..hehehe...atau juga judul lagu the gimmick yang lain,"KULIAH TIDAK MENJAMIN" yang menyentil sistem pendidikan disini. sistem pendidikan yang dipersulit dan sesudah lulus cuma untuk ditolak sana-sini..."Namaku Jorgy....lulusan universitas innnnnnn.....tiip sanaaa siniiiiii...". oh how i love the gimmick!!!

Dept Store dengan lagu Happy B'daynya bisa membuat kamu berjoged, dengan nada blues rhytim yang simpel plus pengulangan lirik menjadikan lagu ini menari2x di kepala kamu.
Clover dan Blossom Diary, dua band ini mengalami peningkatan yang baik dalam segi musik. Clover semakin rapih dan semakin bagus, Blossom semakin keras, terlebih lagi sejak vokalisnya kembali patah hati karena pacarnya....(jadi ghost ship sih? hehehe)

Anyway, mungkin maksud Lala membuat kompilasi ini adalah sebagai salah satu cara cara mendokumentasikan musik indie Jakarta.

oh ya, the dying sirens jg ada disini! hehehehe
tapi kalau kamu mau download, bisa di multiply ini bagian musik, atau ke www.myspace.com/thedyingsirens kekekekek

*tetep promosi ujung2xnya!!

**dapatkan di distro dan toko kaset terdekat! atau bisa beli sama sayah! hehehe


ReviewReviewReviewhttp://www.ferryhalim.com/orisinal/Sep 14, '05 5:03 AM
for everyone
Category:Video Games
Genre: Other
Console:PC
http://www.ferryhalim.com/orisinal/ coba klik kesitu deh...gak berat kok gamenya...lumayan juga...kalo lo lagi bosen...ada banyak soalnya pilihan gamenya...!!!

silahkan dicoba!!!

ReviewReviewReviewReviewReviewNo SurprisesAug 11, '05 9:47 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Other
Artist:Radiohead
No Surprises
A heart that's full up like a landfill,
a job that slowly kills you,
bruises that won't heal.
You look so tired-unhappy,
bring down the government,
they don't, they don't speak for us.
I'll take a quiet life,
a handshake of carbon monoxide,

with no alarms and no surprises,
no alarms and no surprises,
no alarms and no surprises,
Silent silence.

This is my final fit,
my final bellyache,

with no alarms and no surprises,
no alarms and no surprises,
no alarms and no surprises please.

Such a pretty house
and such a pretty garden.

No alarms and no surprises,
no alarms and no surprises,
no alarms and no surprises please.
-----------------------------------------------------------
SONG INFORMATION
Released:June 1997
Found on:OK Computer & No Surprises single

Thom introduced this song to his bandmates and the members of REM on the REM Monster Tour. It was 3 August 1995, in Oslo, Norway, and they were all gathered in a dressing room. The lyrics have been changed since then, but they originally told the story of a man who has become fed up with the way things are working out for him and is having problems with his girlfriend. Two lines from this version are, "He was sick of her excuses / To not take off her dress when bleedin' in the bathroom." Preparing to record the song, Thom altered those lyrics, but the meaning remains essentially the same. Aside from the fact that it features a glockenspiel, this track has a simplicity that proves Radiohead's ability to create a basic song with straighforward lyrics and make it fit smoothly into an album as complex as Ok Computer.
---------------------------------------------

* dengarkan di waktu kamu sedang muak,jenuh, capek, dan tak bisa menerima lagi akan adanya kejutan2x dalam hidup kamu...lalu menangislah....dan hei...jangan khawatir...boys do cry.


ReviewReviewReviewReviewReviewLose YouJul 19, '05 3:28 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Pete Yorn
Lose You by Pete Yorn

"I’m taking a ride off to one side It is a personal thing. Where? When I can’t stand Up in this cage I’m not regretting.
I don’t need a better thing, I’d settle for less, It’s another thing for me, I just have to wander through this world Alone. Stop before you fall Into the hole that I have dug here, Rest even as you Are starting to feel the way I used to, I don’t need a better thing (Just to sound confused) Don’t talk about everyone, I am not amused by you.
’Cause I’m gonna lose you, Yes I’m gonna lose you If I’m gonna lose you, I’m gonna lose you,
‘Cause I’m gonna lose you Yes I’m gonna lose you If I’m gonna lose you
I’ll lose you now for good"

*seperti review2x saya kebanyakan....lagu ini jg termasuk enak didengarkan ketika anda sedang berada di dalam kendaraan sendirian di waktu malam hari..sekitar jam 12an keatas gituh deh aw...* itu karena saya kebanyakan menghabiskan waktu di dalam kendaraan saya...

*lagu ini bisa sebagai penawar kemacetan kota jakarta di pagi hari maupun di sore hari... membuat mood anda sedikit turun sehingga tensi tak naik karena macet
*lagu ini bisa sebagai ungkapan perasaan anda sendiri jika anda sedang merasakan kehilangan...sesuatu..seseorang...sesekali...sekedarnya...semaunya deh...

*lagu ini jg enak didengarkan ketika suasana hati sedang sedih...karena hidup yg tak pasti ini..ketika anda merasa sedang sangat bahagia..tiba2x kemudian anda merasa sangat sangat sedih...memang benar...dalam beberapa saat saja, dunia bisa berubah...jadi sebaiknya anda selalu bersiap2x untuk keadaan yang terburuk...dan selalu merelakan apapun yang anda kira milik anda...karena, mungkin saja ternyata itu bukan milik anda.

*lagu ini..memang enak sekali...pete yorn memang hebat, saya semakin ngefans...karena lagu ini mengingatkan saya kepada seseorang...yang katanya bakalan sedih kalau saya jauh dari dia...walaupun saya pikir saya yang bakalan sedih banget kalau jauh dari dia....*curhits mas????


ReviewReviewReviewReviewReviewAlone With Everybody + Human ConditionsJul 3, '05 3:40 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Richard Ashcroft
Setelah the Verve reuni dan membuat album Urban Hymns di tahun 1997 lalu kemudian bubar kembali...saya pikir saya tak akan mendengar kabar apapun lagi tentang mereka. Padahal Bernard Butler pernah membantu dalam membuat demo lagu the drugs don’t works. Tapi sayang ketika diminta bergabung ia berkata tidak. Ternyata tidak, saya masih mendengar ttg mereka, especially about "the genius mad richard"-begitu sebutan untuk mantan vokalis the Verve Richard Ashcroft(RA).
RA "bangkit" kembali membuat solo perdananya "Alone With Everybody" di tahun 2000 dibantu oleh mantan drummer the Verve Pete Sallisbury dan juga istri tercinta super ultra cantik yummy hehehe Kate Radley yang juga mantan keyboardist Spiritualized(ia mantan pacar Jason Pierce sebelum bersama RA…hmm..kok jadi gossip??XP).

Saya waktu itu membeli kasetnya…dan entah kenapa saya jarang mendengarkannya…moodnya lagi gak pas waktu ituh…sampai suatu ketika sesorang datang ke kamar saya dan lalu melihat ada kaset itu “terhampar” di kamar saya. Ia bertanya banyak tentang RA, lalu meminjamnya.
Setelah lama dipinjam, saya tiba2x berkeinginan untuk mendengarkan kaset saya ituh, tapi apa jawabannya ketika saya tanya ttg kaset saya? “Udah kamu beli aja deh lagi…aku suka banget nih! Enak2x! hehehe!!” X( Akhirnya trus saya malah dapat CD nya dari teman saya(hahaha..i guess i’m a lucky man! The fire in my hand(lucky man; the verve; urban hymns; 1997).

Dan ketika mendengarkannya kembali lebih seksama…gila enak banget!! Satu album!! Membuat saya melayang2x!!! di setiap kesempatan saya selalu memutar CD RA itu…bahkan untuk menemani tidur saya…membuat saya tenang…melayang…nyaman…bahagia…dan sebutkan saja perasaan2x yang baik lainnya!

Banyak sekali lagu kesukaan saya dalam album pertama RA itu, a song for the lovers, I get my beat, you on my mind in my sleep, c’mon people(we’re making it now), slow was my heart, money to burn,…ah bisa2x semua track saya sebut!!! Saya bahkan membuat email saya dengan 2 judul lagu dari album pertama tersebut!! X)

Lalu tahun 2002 keluar album keduanya Human Conditions, yang menurut saya lebih berat. Tapi tetap berasa nuansa folk-nya. Dan herannya seperti album pertama, saya butuh waktu untuk bisa mendengarkannya secara seksama. Dan end upnya, saya makin tergila2x dengan RA!!! Track2x seperti Science of Silence, Buy It In Bottles, Man on Mission, Paradise, dan tentunya Check The Meaning membuat saya semakin memuja2x RA. Pada track Nature is The Law, RA mengajak Brian Wilson untuk bernyanyi bersama2x…cool…jenius bertemu jenius!!!

Dan sekarang, sementara ada berita bahwa RA sedang membuat album ketiga, saya melihat tadi siang RA diwawancara bersama Chris Martin ttg LIVE 8, membuat saya teriak2x sendiri karena sudah lama tak melihat tampangnya. Dan kabarnya ia menjadi supporting act Coldplay! That’s good! Sudah lama tak mendengar ia manggung. Tapi sialnya, saya tak dapat melihatnya!! Huhuhuhu…


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help