"Loves Your Works and Works Your Love!"

Pugar Restu's posts with tag: black morse

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag black morse
EventAlbum launch by Zeke N The PopoJan 23, '08 11:49 AM
for everyone
Start:     Feb 16, '08 6:00p
End:     Feb 23, '08 9:00p
Location:     Galeri Kita Jl. Riau (RE. Martadinata) Bandung
Zeke N The Popo will perform to introduce you their 1st album "Space in the Headlines"in Bandung

with special performance by :
Holly City Rollers
Perfect angel
Bleary Eyes

presented by :
CELTIC Rawpparell, Black Morse Records and FFWD rcrds

Link

zeke and the popo merupakan band yang terdiri dari pemuda-pemuda yang bertalenta musik tinggi yang tak diragukan lagi keabsahannya
lalu, mengapa eh mengapa saya hanya memberikan satu bintang untuk launching mereka ini?
tanda tanya pastilah terpatri di lubuk hati?

karena eh karena saya datang telat ketika itu dan acara sudah dihabiskan
jadi tak satupun aksi-aksi mutakhir mereka saya saksikan apalagi rekam diingatan...

uoo...

Link: http://www.kabarmagazine.com/



Imagine walking through a series of labyrinths with no end in sight. A cycle of life where everything is not what it seems. Hanging on to the hope of finally being able to see a land filled with sunshine and smiles, the happy place at the end of the rainbow. But sometimes it’s not the end that matters, more importantly, it’s the journey of reaching it.

Perhaps that is the message that Zeke and The Popo was trying to convey at their “Space in The Headlines” concert last Saturday night at Goethe Haus. Walking into the auditorium, you were left to wonder why exactly there was a sofa and an old television set on the stage. But, you didn’t have to muse for very long, for as soon as the house lights went down, the intention was clear.

A man in a suit with a machine head came onto the stage. He is appropriately named ‘Tank-Face’ and looks very much like the one depicted on the cover of their album. His presence, as well as the visual art on the projector screen above, signaled the beginning of what would become a feast for the eyes, ears and minds of everyone who was there that night. They provide a theatrical concept of music, an experience in itself.

After First Act Gun as their first song, Zeke and The Popo quickly launched into the haunting yet beautiful, Unrescued World. It was then followed by renditions of C Song Subtext, 1.1 Trillion Woodcutters, and I Novel, four songs that were performed brilliantly. The band played with each note, each sound perfectly combined with the act of Tank Face showing frustration at all of his imperfections.

Profesor Komodo particularly entertained the crowd and is the first single coming out from their album, Space in The Headlines. It was a performance filled with a plethora of musical colours.
(This) Mighty Love showcased a lighter side of the band. Where all of a sudden a pink-coloured ‘Pigmallion’ suddenly danced around the auditorium during the performance. A cheerful but cheeky, tongue-in-cheek side of a band made up of veterans from the indie world.

Through-out the performance, the audience could gradually see the high level of musicality from each member of the group, Zeke with his haunting vocals and piano playing, Leo with his guitar and beatnik bongos, Yudi keeping time with his steady bass and the guitar distortion expertise of Iman Fattah.

Hearing the music of Zeke and The Popo is an experience. Seeing them live, though? It’s an adventure.
So remember the name, buy the album and see the rise of Zeke and The Popo onto a deservingly bigger platform!


Link

Dia memasukki kamar temaramnya. Ada yang ingin ia tulis. Mungkin seperti surat atau cerpen. Ah tidak, dia ingin menuliskan sebuah novel. Novel yang bercerita tentang perjalanan peperangan yang selama ini ia jalani. Sudah lama dia bermain-main bersama debu dan mesiu, dan dari wajahnyalah banyak darah dan daging terbakar hingga aromanya mirip seperti sate setengah matang tanpa bumbu kacang. Aroma darah adalah aroma pertama yang ia kenal, bukan aroma ibunya. Memang, karena ia tidak punya ibu. Tankface lahir dari para tukang-tukang mesiu dan ahli senjata berat, bukan oleh adonan suci sel telur dan sperma di malam pertama sepasang pengantin yang sedang jatuh cinta.

Sedari kecil, hidupnya sudah digarisi oleh takdir yang disusun penciptanya. Tankface harus membunuh, bertugas membunuh, menggilas siapapun yang ingin melawannya. Tubuh bajanya tidak akan dapat terlukai, bahkan oleh peluru tercepat. Hingga remaja, dia tidak boleh mengeluh meski tubuhnya memanas saat menyelam dalam teriknya Sahara, atau beku tertusuk dinginnya Kutub Utara. Dan di matanya sudah terlalu biasa dia menyaksikan anak-anak yang kehilangan ibunya, atau pemuda-pemuda yang termutilasi oleh jahanamnya kuasa yang ingin saling memakan. Tankface tidak kenal lelah, dan tidak boleh lelah.

Sampai tiba saatnya, Tankface merasa sudah dewasa dan sadar akan hak-haknya sebagai... manusia tank. Tankface ingin pensiun. Tinggal di sebuah rumah mungil. Hidup dari menjadi saksi akan kejamnya perang, lalu memanjakan anak dan istrinya. Maka Tankface pun berjuang di pengadilan, untuk meraih kebebasannya. Tak perlu lagi dia bertuan pada siapapun, bahkan penciptanya yang arogan.

Bermodalkan cerita sedih dan belas kasihan yang ia pelajari dari sinetron-sinetron di Asia Tenggara, Tankface memenangkan tuntutannya. Kini di sebuah lembah hijau yang asri, Tankface hidup seorang diri. Diam-diam dia mencintai seorang gadis berambut pirang dikepang, anak pak tani desa sebelah.

Tapi apa daya. Manusia mana yang sudi berkelana dalam cinta bersama manusia berwajah tank. Gadis petani berambut pirang dikepang itu menginginkan pria biasa yang tampan, dan lebih baik berprofesi akuntan.

Tankface pun selesai pada lamunannya. Lupakan gadis pirang itu, katanya dalam hati. Menulislah tentang darah dan debu yang memang selama ini kau saksikan. Pena di tangan kiri, kertas di tangan kanan. Satu dua kata dia tulis. Terkadang, emosi tak tertahan. Namun tulisannya sudah beku, karena dia bersembunyi di balik kebohongan. Kebohongan bahwa Tankface ingin menangis meratapi kesedihannya. Tapi apa daya, Tankface tidak berairmata, hanya mesiu yang ia punya.

Kata-katanya redam dalam kebuntuan. Amarah dan kekesalan mulai menggelapkan matanya. Lalu ia merobek kertas, mematahkan pena, memecahkan piring, membanting meja. Amarah-amarah sampai tiba saatnya ia merintih. Tankface kesakitan, sakit atas rasa yang ia sendiri tidak kenal. Perih... perih.., pikirnya. Perih ini menusuk hati, sakitnya tidak dapat diobati. Tankface sekarat, dia hampir mati.

Sebelum ajal menjemput, perempuan perambut pirang berkepang itu muncul kembali dalam angannya. Terlihat wajah sang perempuan dalam bingkau kayu yang sudah lapuk. Melihatnya, hasrat yang tidak dapat dijelaskan datang. Tankface ingin memeluknya, mendekapnya, merasakannya. Menyentuh setiap jengkal dan pekuk tubuhnya. Mencium aroma parfumnya. Membelai rambutnya.

Tankface tahu itu mustahil. Maka berjalanlah tangannya ke arah selangkangan. Menyentuh dan mengelus mencipta rasa gelora yang sulit diutarakan.
Kamar mandi dan tangan kanan.
Bubuk mesiu larut di selokan.
Cinta yang dasyat memang biasanya sulit dilupakan.

Tankface kembali duduk diterangi lampu. Dengan pena di tangan kanan dan kertas di tangan kiri. Hampir ia dibunuh oleh jenuh. Tertekan oleh bosan. Kesendirian, itulah penyakit yang harus ia telan.

Dan disanalah Tankface, saksi peperangan, debu dan darah. Menulis kesaksiannya dengan jeli dan rinci pada sebuah buku hingga akhir hayatnya.

Dan ribuan tahun berikutnya, buku itu sudah menjadi kitab suci yang berbahaya. Kesaksian atas bagaimana manusia saling menghancur dan membunuh. kesaksian bahwa pernah pada suatu hari tempat kita tinggal adalah tempat terdekat dengan neraka, dimana semua serba merah dan berbau darah.

Lalu seekor babi menjadi pengikutnya, nabi terbaiknya, menciptakan sebuah ritual dimana manusia-manusia rendahan bisa memuja Tankface, Tuhannya, lewat karya-karya ajaib sebuah pertunjukkan keindahan. Sekedar peringatan akan dunia yang pernah hilang, di sebuah panggung temaram penuh kesucian.

Babi berdiri, semua umat berdiri.
Maka ini saatnya berucap "Briliaaaan!!!" sebagai pengganti kata "amin" yang sudah lama ketinggalan zaman.



Thanks untuk Zeke and the Popo yang mengkaryakan sebuah konser musik teaterikal yang begitu indahnya. Maaf gue lebih banyak memperhatikan si Tankface ketimbang kalian semua... hehehe.... You guys rock!



Linktando-wi yahya berbicara: GERATISAN!! en ZATPPJan 21, '08 9:06 PM
for everyone
Link: http://scvizer.blogspot.com/2008/01/geratisan.html

GERATISAN!! en ZATPP

gila maren bukannya nyari artis malah dapet hoki gede-gedean...gw ke eX karna uda janjian dsono nyari artisnya..nyari artis dari jam 10 ampe jam 12...en anak-anak pada laper..tapi apa yang gw dapet??

makan di pizza hut geratis!! soalnya temen gw ultah kmaren-kmaren en dia blom teraktir kita-kita..mangkenye dah dia teraktir..

en karna di eX ga dapet artis sama sekali, gw ma temen-temen gw ke Grand Indonesia nyari artis..trus langsung ke Blitzmegaplex en disono ketemu White Shoes And The Couples Company ama Nicholas Sapurata!!eh saputra..

tadinya mo nyoba masuk ke dlm tempat yang kayaknya ditutup itu soalnya ada acara nonton bareng heroes, tapi kata mbak-mbak yang disana itu cuman buat invitation aja...

eh...bukannya pada mau wawancara malah pada diem semua..duduk aja..terus kita liat nicholas saputra pergi dari tempat yang kayaknya ditutup itu soalnya ada acara nonton bareng heroes..dia pergi ke arah..TOILET???wedew..terus karna gw juga aga kebelet..ngikut dah..pas gw masuk, kok dia gada ya??trus gw liat ada 1 pintu di toilet yang ketutup, en gw liat sepatunya sama kayak yg dia pakai...buset..

karna gw males juga nunggu nya mangekenye dah gw kluar..dia masuk ampe berkali2..pas uda yang ke brp kalinya gw tanya tuh org, boleh wawancara ato gak, tapi katanya dia lagi sakit, en tentu orang-orang uda pada tau sakit paan..WSATCC??waduh uda pada ngilang smua tuh...

karna gw bosen, gw bikin rencana nonton...yang mau cuman nurul ma bieka..anto, bery, apta, rona gamau..yauda daritadi mikir mo nonton paan...karna ga tau mo nonton paan nurul ma bieka beli minum dulu...nurul cola bieka lemon tea..abis mesen, tiba2 tuh 4 anak dateng, gw heran..

"eeh berita bagus, mo nonton gratis ga?"

hieh?

"itu tadi mbak-mbaknya nawarin ke kita, dikira tadi mo ngusir soalnya dikira ngincer nico nya.."

wueh!!

nonton dah...mesti ngisi biodata..eh dapet tas ma note heroes geratis!!dapet popcorn ma cola geratis lagi!!nah lho minumannya si nurul en bieka??nonton heroes cuman season 2 eps 1 doang seh..tapi itu juga uda cukup!!

abis itu kita ke sarinah karna kemungkinan ada artis disono soalnya disono ada stasiun radio, en langsung jalan kaki kesono, tapi akhirnya malah ga dapet apa-apa ketemu SITA yang dari Rida SIta Dewi tapi dia lagi siaran...jadi ga bisa

akhirnya malah pada nonton di Djakarta Theater..

ARGH!!bayar dah akhirnya...

trus gw pergi ke GoutheHaus buat nonton Zeke & The Popo, sebenernya iseng doang kesono karna males pulang, tapi gada yang mau pas gw ajak, yauda gw pergi ndiri...

eh nyampe sono, hoki, masih check sound!!padahal tulisannya mulai jam 6..langsung tancep beli tiket nya!!

pas lagi nunggu acara mulai, gw ngeliat ada indro warkop!!wuidih, denger blh denger, dia dpt invitation..
enak bener dia...

ga berapa lama, uda boleh masuk ke stage!!

desain panggung keren!!

pas lampu mulai gelap, semuanya langsung pada teriak en tepuk tangan

detailnya??jangan tanya gw soalnya gw baru beli CD nya tadi di Hey Folks!
coba gw bli dri maren en uda gw apalin, pasti gw bs ceritain neh konser lbh lengkap..

tapi neh gw kasi poto pas lagi manggung nya, keren lho!!mereka kasi konsep teatrikal juga soalnya!!
tebak lagi nyanyi apa??

nyanyi prof.komodo

uda ganti set jadi meja makan

"tengkyu sodara2 atas dukunganya!"

crowd cheering

oya agum gumelar juga sampe dateng!!ebat kan??(yaiyalah secara ada anaknya gtu)

*tandodol

Diposting oleh tando-wi yahya di 20:08

Blog EntryZATPP photo by ariosapiJan 21, '08 8:40 PM
for everyone


Blog EntryKonser Manusia Tank(korantempo.com)Jan 21, '08 1:23 PM
for everyone

Konser Manusia Tank

Jakarta -- Zeke and the Popo (ZATPP) mengguncang lantai Auditorium Goethe Haus, Menteng, Jakarta. Zeke, Imam Fattah, Mugeni, dan Yudi menggelar konser debut album penuhnya yang berjudul Space in the Headline pada Sabtu malam lalu.

Tidak cuma musik cadas dari band indie yang bernaung di bawah label Black Morse Records ini yang tampil. Kolaborasi tiga seniman musik: Unggul, Andi, dan Uke, juga unjuk gigi.

Manusia berkepala tank yang menjadi maskot sampul album muncul dengan kemisteriusannya. Pria necis berwajah tank yang mengenakan jas, dasi, dan topi ini sedang bersantai di rumah. Yang beda kali ini, Zeke menampilkan suguhan berupa teater mini yang bercerita tentang sang maskot. "Konsep teater lebih kami pilih daripada pertunjukan opera karena lebih simple," ujar Zeke dalam jumpa wartawan di Jakarta , Jumat lalu.

Sosok Zeke barangkali memang belum begitu dikenal publik. Namun, putra Agum Gumelar bernama asli Harris Kaseli, yang kerap melantunkan syair-syair bertema kontras, ini beken di kalangan sineas Indonesia. Pasalnya, karya Zeke sering dilirik sebagai lagu soundtrack atau score film. Sebut saja film Janji Joni, 6:30 dan Kala. "Single pertama dari album original sound track kala ini berjudul Hope Killer," ujar Zeke.

Di album terbaru ini, Zeke menawarkan sebuah suara yang lebih kaya dibanding sebelumnya. "Namun, tetap tidak meninggalkan benang merah musik bernuansa spacey," ujarnya.

ZATPP memang dikenal sebagai grup band indie yang unik karena aransemen dan aksi panggung yang orisinal. Hal ini masih ditambah dengan kebiasaan mereka yang selalu membawa peralatan visual sendiri tiap manggung.

Tidak hanya itu, masih ingat ketika mereka mengeluarkan terobosan baru dalam menjual album Space in the Headline? Premium pack itu berwujud sebuah kotak kardus pizza berisi sebuah CD, kaos, pin, stiker, dan poster. Paket "pizza" ini dijual layaknya sebuah pizza, yaitu dengan sistem antar. Belum genap satu bulan, paket ini ludes dipesan. Jumlahnya yang hampir menyentuh angka 1.000 kopi ini pun cukup fantastis untuk kelas band indie. AGUSLIA HIDAYAH

Blog EntryZATPP @Goethe House by wahyu MLVJan 21, '08 12:39 PM
for everyone
Link

saya hadir dalam kejadian bersejarah ini
dimana ini pertama kalinya saya menghadiri sebuah konser tunggal oleh band indie yang menurut saya cukup spektakuler dan unforgetable..

tanpa melihat konser ini juga ZATPP sudah spektakuler menurut saya
dari rilisan-rilisan lama dan full album terbarunya 'space in the headline'
saya tidak mau membahas rundown konser ini dari depan, karena menurut saya konser ini merupakan satu paket kesatuan.. saya merasa seperti menonton sebuah pertunjukan auditory, visual dan juga emotional. banyak hal-hal yang berkesan buat saya selain hanya sebuah konser biasa.



ada beberapa faktor minor yang memang kurang sempurna dalam konser ZATPP ini, tapi menurut saya it's just a fixable error yang menurut saya dapat disempurnakan oleh ZATPP dalam konser-konsernya mendatang. tapi yang terpenting buat saya konser ini merupakan tiang pernyataan eksistensi yang sangat baik untuk ZATPP kedepannya.

untuk divisi sound ya memang saya juga mengakui sedikit kurang puas saya di performance ZATPP ini, dari semua gig ZATPP yang saya pernah liat mungkin yang ini tidak masuk dalam kategori sound performance mereka yang terbaik, tapi di divisi-divisi lain konser ini mempunyai nilai seni yang menunjang untuk dapat saya katakan bahwa konser ini fenomenal.

pujian saya meluncur kepada pemeran tank-face, saya benar2 merasakan tekanan-tekanan emosi dan gambaran realisasi secara fisik dari dia seiring dengan musik ZATPP. damn saya sampai terbayang-bayang terus gerak gerik si tank face sampai setelah pertunjukan ini
it make a great impact to me.
dan visualnya juga mendapatkan pujian dari saya walopun saya lebih angkat jempol apabila lebih banyak foto-foto atau gambar yang lebih berkesan 'Indonesia' karena correct me if I'm wrong, sepertinya banyak foto-foto atau potongan video yang diambil dari youtube atau dari website2 di internet. ada beberapa foto yang sangat familiar buat saya.. (*ermmm seperti pernah liat dimana gitu)

but overall this is my verdict

musical statement
political statement
emotionally harrashing
and visually beautiful

Bravo buat ZATPP
one hell of a show..!!!


Blog Entry.kenapa mesti terjadi saat itu?!. -by graceJan 21, '08 4:09 AM
for everyone
Link

kemaren tanggal 19 januari gue sama gilling pergi ke goethe haus dng maksud menyaksikan konser Zeke and the Popo.
seperti biasany gue pasti akan membawa senjata tempur gue, yaitu handycam jadul gue.
gue uda men-charge penuh batreny.
saat itu gue merasa semua persiapan gue sudah beres.

akhirny stlh menunggu cukup lama,kita pun bisa masuk ke ruangan tempat pertunjukkan.
stlh mendapatkan tempat duduk.
gue mulai mengeluarkan senjata tempur gue.

pertunjukkan pun dimulai!!!
lampu-lampu dipadamkan.
senjata tempur sudah ada di tangan gue.
power on pun sudah gue nyalain.
lensa pun sudah diarahkan ke panggung.
tokoh tankface pun keluar.
musik pun mulai terdengar.
dan ketika itu lcd di handycam gue muncul "Tape End" yg berarti minidv gue uda abis.
skrg yg menjadi masalah gue ga bawa minidv cadangan.
aaaah...tidaaaak!!!!
sial bgt gue.
alhasil,gue ga bisa mendokumentasikan pertunjukkan tsb.
sedih sih.
tp tak apalah.
yg penting konser ini terekam di memori otak gue.

konser ZATPP kmrn itu menurut gue sangat keren.
walopun ada sedikit masalah di sound.
tp secara keseluruhan bagus.
palagi tokoh tankface menurut gue itu menjadi salah satu faktor penting dr konser tsb.
dan setting panggungny menurut gue sangat menarik.
walopun konser dng berskala kecil, tp konsep yg disuguhkan tidak biasa.

gue mungkin tak bisa memberi bukti otentik ttg konser tsb.
tp gue pasti akan mengingat konser keren ini.

.grace.


Blog EntryHard work does pay - by MugeniJan 21, '08 3:45 AM
for everyone
Link


The concert is done. We have finished the task.
I would personally would like to thank people behind all of this, who willingly help us from start to end.
Mr Agus Jolly - The Tankface
Ms Fanny Rediastuti & crew - Art
Tony Dwi Setiadji - Blackmorse Records
Pugar Restu Julian - Blackmorse Records
Firman Deathstar - Blackmorse Records and Project Officer
Dekky - Blackmorse Records
Uke - Visualizer and Lighting
Unggul - Electronic Puppeteer
Andri Ashari - Visualizer
Mamet - Pigmallion
Utha "Dear Nancy" - Additional Drummer (sorry to miss you in the thanklist, bro...my bad)
Ancha - Sound Engineer
Andrian, Derris and friends - Crew
Bayu - Sound Crew
Iqbal - Sound Crew
Weri Sampetoding - We Are Music
Endorse Clothing - Wardrobe
And all of you (I'm sorry for forgetting your names) who help us lending properties
All of you, friends, families, relatives, medias, sponsors who came to the concert

Without you, It's all nonsense, none of this would've happened. Thank you
The concert has many imperfectness, but I hope all of you enjoyed that moment, as much as we do.

-Mugeni-

Blog Entryzatpp @ goethe - i hate the sound - by auliaJan 20, '08 11:40 PM
for everyone
Link

3,5 dari 5.

 minus 1,5 untuk sound, ngaret dan instalasi yang lebih dari 3 menit.

 

tapi gue tetep memberikan standing applause untuk mereka karena menyuguhkan show yang luar biasa. nice work guys...

 

 

respect



Link


We work in the dark, we do what we can, we give what we have our doubt is our passion, our passion is our task & the rest is madness of art.

Saya baru saja pulang dari Launchin ZATPP, hari sudah beranjak pagi, tapi mata saya masih terbuka lebar, once again (after a long time) I’m back in my sleepless untamed night but this time nothing depressing on it, Ini kali pertama setelah Faith No More concert, I’m amused. The temptation’s too high & sleeping is the last thing I wanna do right now.

Saya melangkahkan kaki lambat memasuki gedung Goethe, perlahan tapi pasti saya bisa merasakan ambience-nya, mulai dari penataan property & lukisan2 yg terpajang saya mulai memasuki dunia Mr.TankFace. Saya belum bisa menebak apa yang akan terjadi didalam, saya hanya bisa meraba & menghirup “nafas”nya.

Setelah kurang lebih 1 jam menunggu akhirnya saya ber”hadapan” dengan Mr.TankFace. Saya mulai duduk & memperhatikan sekitar, perlahan gambaran itu menjadi jelas. Ketika tiba-tiba ruangan menjadi gelap & layar menampilkan prolog I begun to enter the void, it feels like stepin u’r foot into the door journey of a new beginning world, where u feel the raising blood to the head, u’r heart’s beatin faster, coz u don’t know what u’r about to face & where it ends. When mr.tank enters the room & the instrumental sound softly played… my neck hair was literally rising up. Dan selama hampir 2 jam konser berlangsung saya hampir tidak berkedip, coz I’m scared that I’ll miss something.

Awalnya saya sempat bertanya-tanya “what the hell is he’s doing down there” (the mr.tankface icon), “what’s stories behind it?”, “why is he alone? Where’s his wife & kids?” (Coz I seen the poster), but than the music successfully “robbing” my wondering mind. I could safely say its 2 hour of my trance.

Moment that really moved me adalah ketika satu lagu (maaf) saya tidak tau judulnya, yg pasti I can feel the sweat in the air…I see steamy voice, busted fenders, the song encore slowly increase, grind and hammered piano while Mr.Tank broke the plate & ripping the tablecloth…I stop breathin’… some unfamiliar sensations…feels like floating… race up to the star….Brilliant!!. When it stop I see darkness…

I haven’t even finish catching up my breath when suddenly Zeke enter the room slowly, alone approaching the piano, switch on the light & lay his finger on the piano…my soul transcend… voice go straight to my heart, music bellows from the inside and out comes the struggle of the world with the knowledge that comes with some perfect connection. It’s like they feels with the knowledge that goes back trough the ages to a single core in our brains a beacon that can’t be touched…

Hampir semua lagu – lagu yg dibawakan yg dibawakan bernuansa “gelap” shoegaze & more to spacey like jenis- jenis lagu “pengantar kebulan”, kinda depressing sounds, tapi yg jelas depresi adalah hal terakhir yg saya rasakan malam ini. Saya bukan musisi karena satu2nya alat musik yg bisa saya mainkan hanya melodeon (itu juga waktu sd) mencipta lagu apalagi mengkompose sebuah lagu hanya jadi bahan hayalan pengantar tidur (wong baca not aja susah) menyanyi paling banter karoke, itu saja rasanya sudah maksimal (jangan-jangan kentut aja fals), saya juga tidak berani menyebut diri pencinta musik karena saya jarang mengoleksi album kecuali band/penyanyi yg benar2 saya gilai. Saya hanya berani bilang saya penikmat musik karena saya tidak mengerti komposisi,instrument bla..bla..bla intinya saya menolak ribet. Makanya saya tidak berani meng-genrekan warna musik ZATPP dialbum Space in the Headline ini, yg saya tahu malam ini saya “terbang kebulan menari bersama bintang-bintang” note: please call me later.

Keseluruhan konsep yg dikemas dalam bentuk teaterikal, seperti menonton sebuah pertunjukan teater yg diiringi musik yg membawa kita memasuki satu dimensi, one touch one leap into another dimension…Saya tidak perduli some says konser dengan konsep teaterikal sedang “in” & band lain sudah pernah menggunakan konsep ini bla..bla..bla…tidak mengurangi “kekaguman” saya malam ini. Sayang lagu mighty love bukan mejadi lagu penutup, karena menurut saya lagu yg agak up-beat where (almost) everybody sing along, ini lebih pas dijadikan lagu penutup yg menaikan mood & untuk menarik kembali “kebumi” setelah beberapa saat melambung diantara bintang-bintang sebelum saya harus “pulang” kedunia nyata.

O ya satu lagi, mungkin akan lebih menyenangkan kalo ada sesuatu yg bisa sedikitnya menggambarkan tentang mr.tankface, like what is he doin, who is he, something like that, more like the story behind it (lewat visual projector itu mungkiin..?!?).   

Tapi diluar semua kekurangan- kekurangan teknis seperti lamanya jeda waktu pergantian antar lagu & beberapa mike yg mati, saya masih berani stand up and says this is the best local band performance I ever seen…who ever brought the concept is a real genius…not to mention the music it self, It has those brilliant, dark and sexy ambiance touches that in the same time its got class, sophisticated & more mature sound. They have the powers of both pure emotions, emotions so intense the body flooded and literally must do something….Its more like me this is what I called Music… I can safely say this is my style.

Dan untuk semua pengalaman yg saya dapatkan malam ini, saya merasa malu hanya membayar 10rb, lebih jauh lagi saya malu, karena saya termasuk dalam “golongan orang” (masyarakat Indonesia) yg disebutkan dalam press releasenya launching ZATPP yg mengundang kontroversi itu. Yg masih mengagungkan budaya “gratisan” walaupun mampu, sekali lagi catat “masyarakat Indonesia yg mampu membeli” tapi masih mengharapkan gratisan, jangan sampai salah kaprah (lagi) untuk pihak-pihak atau golongan diluar itu. Dengan mengatas namakan “pertemanan” & azas manfaat yang kadang-kadang jatohnya SKSD padahal kalo ketemu hanya sebatas “helo…goodbye” juga gitu, tapi teteup ngarep CD gratis, merchandise gratis, disuruh bayar buat konser protes…pake acara ngambek lagi alhasil ga mau dateng lebih parah lagi diikuti ancaman boikot seraaaaaaaam…. Saya tahu saya bisa menggunakan alasan bahwa dengan dikasih gratisan apalagi dari personilnya langsung ada rasa kebanggan & kedekatan tersendiri. Tapi Saya lupa, untuk sampai pada proses lagu itu bisa sampe kekuping saya saja sudah pasti ada effort yg harus dikeluarkan, kecuali bapak saya yg punya pabrik cd, perusahaan rekaman, radio & detail lainnya, itu saja belum tentu boleh gratis karena bapak saya pasti akan menggunakan alasan sesimple harus menggaji karyawannya kecuali bapak saya superman.

Intinya the experience that I had tonight was one time achievement that I wouldn’t miss out for the world, sesuatu yg tidak bisa saya gantikan & kalau saya harus menggambarkannya dalam jumlah uang saya tidak bisa hitung berapa. Karena uang bisa dikumpulkan (kalau memang niat), teman akan selalu ada, tapi great talent that comes with a nice package was only happened to the chosen one. & the experience that ZATPP gave to me tonight was something that even money can’t buy.

Konser ditutup where everybody makes 3 minutes standing applause, & while I see all of personnel standing hand-in-hand in stage, I feel so overwhelmed…ada perasaan mengharu biru yg sulit saya lukiskan melihat wajah mereka satu persatu. Setelah semua perjuangan melewati tantangan, kontroversi dll they finally did it they closed it & they closed it well. Salute…heads up for u guys

Kekaguman saya tidak berhenti sampai disana, what surprise me is, after the concert over they still stay till the end, well I stay till the end too (scara nebeng monik ya…) but I’m glad so I can witness this. Mereka masih tinggal membantu kru mengangkat alat, membereskan barang, even zeke him self drive the truck. My God…, saat itu juga semua “gelar” yg disandang ZATPP sebagai band indie yg borju, sombong, high class bla..bla…yg sering saya dengar menguap.  

I admire great talent; I have weakness for gorgeous mind, I bent for a man with less monumental ego & ZATPP has it all in one package. Saya tidak pernah suka menyebut diri saya fans, I hate being called “groupies” but for this u can count me as one.

 Malam semakin tinggi, bulan menyembul diantara ranting akasia…bayangan truk barang semakin mengecil ditelan tangan malam…look You can see the Space… well the stars are bright, now it's time to come down with eyes glued to the sky I turn them down to the ground… good night Goethe house… good night good friends…its time to go home.

Blog Entryfoto launching ZATTP by moodspiralJan 20, '08 8:13 PM
for everyone



audionya ZATPP "Space in the Headlines" Concert di Goethe Haus...tapi kamu harus jadi contactnya saudara hasief dulu hehehehe..enjyoy...

Link

Blog EntryKok Launching melulu? (Klarifikasi ZATPP)Jan 14, '08 8:18 PM
for everyone



Tidak sengaja mendengar pertanyaan : "Kok ZATPP launching terus yah..??"

Mungkin banyak yang bingung dengan Launching ZATPP yang akan diadakan di Goethe pada tanggal 19 Januari nanti. Karena kebanyakan orang telah merasa menghadiri launching ZATPP yang diadakan di Panglima Polim atau di QB.


Senin, 11 September 2007
Soft Launching Premium Package
Panglima Polim, Mabes ZATPP
Acara yang diadakan di mabes ZATPP ini adalah syukuran dari Blackmorse, label dari ZATPP. Dalam acara syukuran tersebut, Blackmorse dan ZATPP meluncurkan Premium Package ZATPP yang berisi CD Space in the headlines, pin, sticker, poster & t-shirt Prof. Komodo. Di sini juga ada penampilan dari Holy City Rollers sebagai band pembuka, dan ditutup oleh penampilan ZATPP membawakan 13 lagu yang ada di dalam album Space in the headlines. CD ZATPP hanya dapat diperoleh dengan memesan Premium Package ZATPP, karena ini hanya Soft Launching, jadi CDnya belum tersedia di toko-toko.


Senin, 19 November 2007
Store Launching Space in the headlines
QB Kemang
Acara yang diadakan di QB Kemang ini menandakan peluncuran CD Space in the headlines, artinya CD Album Space in the headlines dapat dibeli di toko-toko CD di seluruh Indonesia. Acara ini juga menampilkan pemutaran video profile ZATPP dan pemutaran video klip Hope Killer. ZATPP hanya bermain 3 lagu dengan format akustik di acara ini, itu-pun tanpa kehadiran Yudi, pemain Bass yang muda dan berbakat karena sedang sibuk dengan tesis S2nya.


Sabtu, 19 Januari 2008
Concert Launching Space in the headlines
Goethe Haus, Menteng
Ini adalah sebuah pertunjukan dari ZATPP yang akan membawakan 13 lagu dari album Space in the headlines. Apa bedanya dengan pertunjukan di Panglima Polim? Sudah pasti berbeda, karena pertunjukan di Panglima Polim tidak berbeda dengan pertunjukan ZATPP lainnya, yang berbeda hanyalah jumlah lagu yang dibawakannya. Pertunjukan yang akan diadakan di Goethe Haus nanti mempunyai konsep cara penyajian yang berbeda, karena tempatnya juga memungkinkan. Bagi yang ingin datang menyaksikan pertunjukan ini, diharuskan membawa CD album Space in the headlines sebagai tanda masuk, atau dapat membeli pin dengan harga Rp 10.000. Ini adalah sebuah bentuk edukasi tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Jika anda menyukai atau menghargai sebuah karya seni, maka anda tidak akan keberatan mengeluarkan sejumlah uang untuk dapat menyaksikannya. Masyarakat Indonesia rela mengeluarkan uang ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk dapat menyaksikan pertunjukkan artis dari luar negeri, tetapi sering kali tidak ingin membayar jika ingin menyaksikan pertunjukkan karya negeri sendiri. Padahal, itu adalah sebuah bentuk penghargaan kepada para seniman yang membutuhkan uang yang juga akan dipergunakan untuk membuat karya seni berikutnya. Mari kita dukung para seniman Indonesia dengan menghargai karya-karya mereka, sehingga mereka dapat terus berkarya demi keberlangsungan peradaban.


Adestya Renggo Adjie
Personal Manager
ZATPP

Pages:1234
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help